Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i menekankan Pemkot tidak kerap mengandalkan dana swasta untuk gelaran beberapa event di kota Pahlawan.
Sebab kata Imam, mayoritas pengusaha saat ini mengalami penurunan omset di atas 30 persen.
Baca juga: Komisi B DPRD Surabaya Mediasi Polemik Arisan Meow, Anggota Tagih Dana Miliaran
"Kami agak prihatin, ketika ekonomi sedang tidak baik-baik lagi, karena rata-rata pengusaha omsetnya turun di atas 30 persen. Jadi jangan sering diganggu dimintai bantuan," tukas Imam, Rabu, (28/7).
Imam juga mengingatkan Pemkot tidak melakukan tekanan sporadis kepada pengusaha, untuk mendandani suatu event.
"Bahkan saya dengar ada (pengusaha) yang diinjak kakinya. Kayak gitu-gitu ya kami minta tolong dihentikan," tutur Imam.
Imam menekankan, sebaiknya CSR perusahaan digunakan untuk kepentingan pendidikan, maupun bantuan yang lebih bermanfaat.
Bantuan tersebut kata Imam, dapat digelontorkan bagi keluarga yang benar-benar miskin yang tak terdaftar di desil.
Baca juga: Fraksi PDIP Surabaya Terima Aduan PSN soal Tarif Sewa Listrik Sementara PLN
"Lebih baik kalau itu sifatnya CSR juga untuk kepentingan pendidikan, bantuan sembako yang secara substantif itu miskin tapi tidak masuk dalam daftar desil," urai Imam.
Imam menyebut, dana event yang digelar pemkot di kota Pahlawan sumbernya dari APBD maupun dari pihak swasta.
"Memang ada sumbernya dari APBD, ada juga sumbernya bantuan dari pihak lain," beber Imam Syafi'i.
Sebelumnya Imam menyoroti konser Deny Caknan yang menimbulkan kericuhan di Surabaya Expo Center (SUBEC).
Baca juga: DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, WTP Dinilai Belum Cukup
Imam menyebut konser tersebut digelar Disbudporapar melalui Event Organizer atau EO. Kepastian itu didapat saat Komisi D menggelar rapat dengan Disbudporapar, pada Selasa (14/7).
"Kebetulan kemarin Komisi D itu rapat dengan Dispudporapar dan acara itu yang mengadakan adalah Disbudporapar tapi melalui EO, Event Organizer," kata Imam, Rabu (15/7).
Sayangnya sampai sejauh ini, Pemkot belum buka-bukaan siapa nama EO tersebut. (Roy/yh).(Roy/yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat