Situbondo, JatimUPdate.id – Di tengah agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Anyer–Panarukan antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang, ada satu momen yang mencuri perhatian para peserta.
Baca juga: Mendes Yandri Ajak PABPDSI Perkuat Kolaborasi, Dorong 12 Aksi Bangun Desa Menuju Indonesia Emas 2045
Bukan hanya prosesi penandatanganan kerja sama antardaerah, melainkan apresiasi yang disampaikan Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah kepada Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Situbondo yang sejak awal menyambut dan mendampingi rombongan Pemerintah Kabupaten Serang selama berada di Situbondo.
Apresiasi tersebut disampaikan Hj. Ratu Rachmatuzakiyah dalam sambutannya pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Pendopo Rakyat Kabupaten Situbondo, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, perhatian dan pendampingan yang diberikan para pendamping desa sejak rombongan tiba hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung menjadi kesan tersendiri selama kunjungannya di Kabupaten Situbondo.
"Nanti saya akan sampaikan kepada Pak Menteri Desa bahwa kami di Situbondo disambut dan dikawal oleh Pendamping Desa," ujar Hj. Ratu Rachmatuzakiyah yang disambut tepuk tangan para peserta.
Ucapan tersebut langsung mengundang antusiasme hadirin. Bagi para Tenaga Pendamping Profesional, apresiasi dari Kepala Daerah itu menjadi pengakuan atas dedikasi mereka yang selama ini bekerja mendampingi pemerintah desa sekaligus menjadi bagian dari berbagai agenda strategis pembangunan di daerah.
Kehangatan penyambutan memang telah terasa sejak rombongan Pemerintah Kabupaten Serang tiba di Pendopo Rakyat Kabupaten Situbondo. Bupati Situbondo bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, dan Tenaga Pendamping Profesional menyambut langsung kedatangan tamu dari Kabupaten Serang. Para pendamping desa yang mengenakan seragam biru tampak berbaris menyambut rombongan, sementara suasana penuh keakraban terlihat melalui jabat tangan, sapaan hangat, dan percakapan santai sebelum acara dimulai.
Agenda utama kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Anyer–Panarukan oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antardaerah yang akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret oleh perangkat daerah sesuai bidang kewenangan masing-masing.
Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama, yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Pendidikan. Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu memberikan manfaat bagi kedua daerah.
Dalam sambutannya, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman tidak boleh berhenti sebagai seremoni administratif.
Baca juga: Tiga Bupati di Tapal Kuda Jatim Kompak Desak Pemerintah Percepat Operasional Tol Prosiwangi
Menurutnya, kerja sama tersebut harus diwujudkan melalui program-program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia berharap sinergi antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo mampu memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan aktivitas ekonomi, membuka ruang kolaborasi di berbagai sektor, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah agar menjaga komitmen bersama dalam mengimplementasikan setiap kesepakatan yang telah ditandatangani.
Baginya, keberhasilan sebuah kerja sama bukan diukur dari banyaknya dokumen yang disepakati, melainkan dari manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Di sela-sela penyampaian sambutannya itulah Hj. Ratu Rachmatuzakiyah secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Situbondo. Menurutnya, keramahan, kesiapan, dan semangat para pendamping desa dalam menyambut serta mendampingi rombongan menjadi pengalaman yang membekas selama kunjungannya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan sepanjang kegiatan. Tidak banyak agenda resmi pemerintahan yang secara khusus menyoroti peran pendamping desa dalam sambutan kepala daerah.
Karena itu, ungkapan yang disampaikan Hj. Ratu Rachmatuzakiyah dipandang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para pendamping desa yang selama ini berada di garda terdepan mendampingi pemerintah desa dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Baca juga: Mendes Yandri Ajak Unida Gontor Bangun Desa, Siapkan Desa Binaan Dukung MBG dan Ekspor
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo menyampaikan bahwa semangat Anyer–Panarukan bukan hanya mengingatkan pada sejarah panjang Jalan Raya Pos yang menghubungkan ujung barat dan ujung timur Pulau Jawa, tetapi juga menjadi simbol terbangunnya kembali jejaring kerja sama antardaerah. Menurutnya, warisan sejarah tersebut dapat menjadi inspirasi untuk melahirkan kolaborasi baru yang memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Usai penandatanganan Nota Kesepahaman, rombongan Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Panarukan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Kawasan yang dikenal sebagai titik akhir Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan itu menjadi bagian dari rangkaian Festival Anyer–Panarukan sekaligus pengingat bahwa sejarah dapat menjadi penghubung lahirnya kolaborasi pada masa kini.
Selama kunjungan lapangan, Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Situbondo tetap mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari proses penyambutan, koordinasi lapangan, hingga pendampingan selama kunjungan ke kawasan bersejarah tersebut, para pendamping desa menunjukkan peran aktif dalam mendukung kelancaran agenda kedua pemerintah daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mempertemukan kedua kepala daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, serta Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Situbondo. Di balik dokumentasi kebersamaan itu, tersimpan harapan agar Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani benar-benar menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Serang.
Bagi para pendamping desa, apresiasi yang disampaikan Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa kerja-kerja pendampingan yang dilakukan dengan penuh dedikasi tidak luput dari perhatian. Kalimat sederhana yang ia sampaikan—"Nanti saya akan sampaikan kepada Pak Menteri Desa bahwa kami di Situbondo disambut dan dikawal oleh Pendamping Desa"—menjadi penutup yang bermakna, sekaligus menegaskan bahwa di balik setiap agenda besar pembangunan, terdapat peran para pendamping desa yang bekerja dengan senyap namun memberikan kontribusi nyata.
Editor : Yuris. T. Hidayat