Update Kebakaran Kapal Mutiara Sentosa 2

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, 5 Orang Tewas dan 227 Penumpang Selamat

Reporter : Imam Hambali
KMP Mutiara Sentoso 2 yang alami kebakaran di perairan Kabupaten Sumenep.

 

Sumenep, JatimUPdate.id - Kebakaran hebat melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Baca juga: Menhub Dudy Tinjau Langsung Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II, Apresiasi Tim Penyelamat

Insiden tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil diselamatkan melalui operasi evakuasi gabungan yang melibatkan berbagai unsur SAR, TNI AL, dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 232 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 227 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima lainnya meninggal dunia.

Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah seluruh korban merupakan penumpang atau juga termasuk awak kapal.

"Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Madura.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, kobaran api terlihat melahap sebagian badan kapal disertai kepulan asap hitam pekat.

Para penumpang tampak mengenakan rompi pelampung oranye dan berupaya menyelamatkan diri di tengah kepanikan.

KMP Mutiara Sentosa 2 diketahui mengangkut sekitar 250 orang atau person on board (POB). Tak lama setelah kebakaran terjadi, komunikasi dengan nakhoda kapal dilaporkan terputus.

Kantor SAR Surabaya menerima informasi dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB mengenai insiden tersebut. Selang satu menit kemudian, operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan bahwa kapal mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar.

Basarnas kemudian berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak dan Pos SAR Sumenep yang juga menjalin komunikasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget guna mempercepat pencarian dan evakuasi korban.

Pada pukul 09.45 WIB, Kapal Meratus Project 3 melaporkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi.

Saat itu, sebagian badan kapal telah terbakar, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal menunggu pertolongan.

Baca juga: Jelang Musim Panen 2026, PPR Sumenep Minta Pabrikan Rokok Dahulukan Tembakau Petani LokalĀ 

Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena sedang membawa muatan yang mudah terbakar.

Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh TB Hasnur 26 yang mulai mengevakuasi korban sekitar pukul 09.59 WIB. Pos SAR Sumenep juga mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang memilih melompat ke laut untuk menghindari kobaran api. Mereka kemudian berhasil dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan kapal British Mentor.

Kepala Seksi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan sedikitnya sembilan kapal dikerahkan dalam operasi penyelamatan.

Armada tersebut terdiri atas KN SAR 249 Permadi, kapal Kantor SAR Surabaya, kapal Pos SAR Sumenep, kapal Syahbandar Surabaya, kapal VTS Surabaya, kapal SROP Kalianget, kapal KSOP Kalianget, Kapal Meratus Project 3, serta TB Hasnur 26.

Selain itu, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan KRI Nala-363 dan KRI Bung Hatta-370 untuk membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal yang mengevakuasi korban terbanyak, yakni 111 orang yang terdiri atas 109 korban selamat dan dua korban meninggal dunia. 

Baca juga: KM Genius Pengangkut Bahan MBG Tenggelam, SPPG Pagerungan Kecil Minta Kebijakan BGN

Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Surabaya sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan intercept dengan KN SAR 249 Permadi.
Sementara itu, TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 korban, terdiri atas 65 orang selamat dan satu korban meninggal dunia.

Kapal Transco Arafura menyelamatkan 17 korban selamat, sedangkan Meratus Project 3 mengevakuasi 14 korban, terdiri atas 13 selamat dan satu meninggal dunia.

Adapun Kapal Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing mengevakuasi tujuh korban selamat.

British Mentor menyelamatkan dua orang, sementara Alcon Daniel membawa satu korban meninggal dunia.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiagakan 20 unit ambulans di Pelabuhan Kalianget sebagai langkah antisipasi apabila korban dievakuasi ke wilayah tersebut.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan tim penanggulangan bencana guna memastikan proses evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga penanganan korban berjalan optimal. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru