Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril mengapresiasi Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satuan Tugas Pengamanan Pangkalan TNI AL (Satgaspam Lanudal) Juanda yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika.
Musaffa menegaskan keberhasilan aparat mengungkap penyelundupan metamfetamina dan ekstasi tersebut merupakan kemenangan negara dalam melindungi masa depan bangsa dari ancaman kejahatan transnasional.
Baca juga: BNNP Sumut Gagalkan Penyelundupan Ganja Seberat 92 Kg Asal Gayo Lues, Aceh.
"Atas nama keluarga besar PW GP Ansor Jawa Timur, kami menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat yang telah bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan keberanian. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa negara tidak boleh kalah terhadap jaringan narkotika internasional yang terus berupaya merusak generasi bangsa," tegas Musaffa, Rabu (5/8).
Ia menegaskan narkotika merupakan ancaman terhadap ketahanan nasional.
Sebab kata Musaffa' korban narkotika bukan cuma menyasar individu. Namun keluarga, masyarakat, produktivitas ekonomi, bahkan masa depan Indonesia.
Maka dari itu, perang melawan narkotika harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
"Setiap gram narkotika yang berhasil digagalkan masuk ke Indonesia adalah ribuan anak bangsa yang berhasil diselamatkan. Karena itu, keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata hadirnya negara dalam melindungi rakyatnya," ujarnya.
Musaffa' juga mengajak seluruh masyarakat tidak hanya menyerahkan pemberantasan narkotika kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, masyarakat turut mengambil peran melalui kewaspadaan, edukasi, serta melaporkan setiap indikasi peredarannya di lingkungan masing-masing.
Selain menegaskan tetap berkomitmen menjaga keutuhan NKRI, Ansor Jatim juga siap terus bersinergi dengan TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, serta seluruh institusi negara.
Baca juga: Polres Bireuen Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dengan Barang Bukti Sabu 69,46 gram
Ia menjelaskan sinergi tersebut untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika melalui pendidikan, penguatan karakter kebangsaan, dan gerakan sosial di tingkat akar rumput.
"Kami percaya bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan di medan perbatasan, tetapi juga dengan menjaga generasi mudanya dari kehancuran akibat narkoba. Melawan narkotika adalah bagian dari jihad kebangsaan, ikhtiar bersama untuk mempertahankan masa depan Indonesia. Tidak boleh ada kompromi terhadap para pelaku dan jaringan pengedar narkotika. Negara harus hadir dengan tindakan yang tegas, terukur, dan berkelanjutan," pungkas Musaffa.
PW GP Ansor Jawa Timur berharap sinergi yang telah dibangun antara Bea Cukai, TNI, Polri, BNN, dan seluruh aparat penegak hukum terus diperkuat.
"Sehingga setiap pintu masuk negara semakin kokoh dari ancaman penyelundupan narkotika maupun berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya," beber Musaffa' Safril.
Sebagai informasi: Bea Cukai Juanda, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satgaspam Lanudal Juanda berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I.
Baca juga: Polres Bireuen Amankan Dua Tersangka Dan Barang Bukti Sabu Seberat 10 Kg
Narkotika tersebut dibawa seorang penumpang pesawat rute Kuala Lumpur (Malaysia)–Surabaya melalui Terminal 2 Kedatangan Bandara Internasional Juanda.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, menegaskan keberhasilan tersebut merupakan komitmen Bea Cukai menjalankan fungsi community protector.
Ia menegaskan community protector melalui pengawasan berbasis intelijen, analisis risiko, serta sinergi dengan aparat penegak hukum.
“Modus penyelundupan narkotika terus berkembang. Karena itu, Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen dan analisis risiko serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah masuknya barang terlarang yang mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Rusman. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat