Direksi Baru Perumda Air Minum Surya Sembada Resmi Ditetapkan, Tias Siap Perkuat Budaya Kerja Berbasis Data

Reporter : Ibrahim
Direksi Perumda Air Minum Surya Sembada bersama Wali Kota Eri Cahyadi dan jajarannya, dok istimewa

Surabaya, JatimUPdate.id – Pemkot menetapkan susunan Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya masa jabatan 2026–2029.

Penetapan tersebut berdasarkan Hasil Seleksi Anggota Direksi Nomor: 11/PANSEL/VII/2026 tertanggal 3 Agustus 2026 yang diketuai Vyka Anggradevi Kusuma dan telah dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Surabaya.

Baca juga: Putus Pipa Sambungan Rumah Ilegal, PAM Surya Sembada Rugi Puluhan Juta

Susunan direksi yang ditetapkan itu, Tias Alvin Papatria sebagai Direktur Utama, Sayid Mochamad Iqbal sebagai Direktur Pelayanan, serta Bagus Andi Puspito sebagai Direktur Operasi.

Ketiga direksi baru itu diharapkan mampu memperkuat kinerja perusahaan melalui perpaduan kompetensi di bidang manajemen strategis, sistem informasi dan audit layanan, serta teknik operasional. Saat ini Perumda Air Minum Surya Sembada melayani sekitar 642.737 sambungan rumah (SR) di wilayah Kota Surabaya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Tias Alvin Papatria, mengatakan fokus kepemimpinannya bukan mengubah arah perusahaan.

Baca juga: Dapat Aduan Minimnya Pasokan Air Bersih, Anas dan Tim PDAM Terjun ke Gebang Lor

Namun kata Tias menyempurnakan pelaksanaan program yang selama ini telah berjalan.

"Perumda Air Minum Surya Sembada sejatinya sudah memiliki fondasi yang sangat baik. Ke depan, fokus kami bukan mengubah arah perusahaan, melainkan menyempurnakan pelaksanaannya," kata Tias, Kamis (6/8).

Ia menambahkan, pihaknya akan membangun budaya kerja yang mengedepankan pemanfaatan data, integrasi antarsatuan kerja.

Baca juga: Cita Loka Fest 2026: PAM Surya Sembada Raih Penghargaan Badan Usaha Terbaik Tata Kelola Layanan Berbasis Data

Pun. kecepatan dalam pengambilan keputusan, serta disiplin dalam pelaksanaan program.

"Inovasi utama yang akan kami bangun adalah budaya kerja berbasis data, integrasi antarunit, pengambilan keputusan yang cepat, serta disiplin eksekusi. Tujuannya jelas, agar pelayanan kepada masyarakat semakin tanggap, efisiensi operasional meningkat, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi pelanggan maupun perusahaan," ujarnya. (Roy/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru