Bondowoso, JatimUPdate.id, – Siswa SD Plus Al Ishlah Bondowoso mengenakan beragam pakaian dan atribut saat mengikuti pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026).
Pawai diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6. Setiap jenjang membawa tema yang berbeda. Siswa kelas 1 dan 2 mengenakan pakaian adat Nusantara. Sementara siswa kelas 3 dan 4 membawa tema semangat pejuang kemerdekaan dengan atribut bernuansa perjuangan.
Baca juga: Jaka Sopan 2026 Digelar 4 Oktober, Jalan Kaki Bondowoso-Dadapan Siapkan 4 Tiket Umrah
Adapun siswa kelas 5 mengangkat tema generasi Islami. Sementara siswa kelas 6 menampilkan tema generasi emas dengan berbagai bentuk kreativitas yang disiapkan bersama wali kelas dan siswa.
Perbedaan tema tersebut membuat barisan peserta memiliki penampilan yang beragam. Anak-anak berjalan bersama dalam kelompok kelas masing-masing dengan didampingi guru.
Kepala SD Plus Al Ishlah Bondowoso, Afifah Zakiyah Darojah, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Menurut Afifah, pawai menjadi salah satu cara sekolah mengenalkan keberagaman dan nilai kebangsaan kepada siswa melalui kegiatan yang mereka ikuti secara langsung.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman langsung. Mereka belajar tentang keberagaman, kebersamaan, disiplin, dan bagaimana mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” ujar Afifah.
Ia mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan bersama juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar mengikuti aturan, bekerja sama dengan teman, serta berani tampil di hadapan orang lain.
Afifah mengapresiasi guru, wali kelas, dan wali murid yang ikut membantu mempersiapkan siswa.
“Yang penting bagi kami bukan hanya bagaimana pawai ini terlihat, tetapi pengalaman yang diperoleh anak-anak. Mudah-mudahan mereka bisa menikmati kegiatan sekaligus mengambil nilai yang baik dari peringatan kemerdekaan ini,” katanya.
Baca juga: Kapolsek Grujugan Turun Langsung Kawal Pawai Budaya SD Plus Al Ishlah Bondowoso
Ketua Panitia Pawai Budaya SD Plus Al Ishlah, Aris Effendi, mengatakan konsep kegiatan dibuat agar seluruh siswa dapat terlibat tanpa harus membebani orangtua.
Setiap kelas diberi ruang untuk menyesuaikan penampilan dengan tema yang telah ditentukan.
“Kami ingin semua anak bisa ikut dan merasa menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan. Karena itu konsepnya dibuat sederhana, tetapi setiap kelas tetap memiliki karakter dan kreativitas masing-masing,” kata Aris.
Menurut Aris, persiapan pawai dilakukan bersama oleh wali kelas dan siswa. Beberapa atribut disiapkan secara sederhana dengan memanfaatkan perlengkapan yang sudah tersedia.
“Antusiasme anak-anak cukup baik. Mereka ikut mempersiapkan kostum dan atribut bersama teman-temannya. Bagi kami, proses itu juga bagian dari kegiatan,” ujarnya.
Baca juga: Dua Ekor Kambing Jadi Hadiah Utama, Jalan Sehat RT 8 Pejaten Bondowoso Bikin Warga Antusias
Pawai tersebut berlangsung dengan pengawalan dari jajaran Polsek Grujugan dan Babinsa Dadapan. Pengamanan dilakukan untuk membantu menjaga ketertiban peserta serta keselamatan siswa selama melewati jalur pawai.
Kehadiran aparat keamanan sekaligus mendukung kegiatan sekolah yang melibatkan banyak peserta dan berlangsung di ruang publik.
Bagi SD Plus Al Ishlah, pawai budaya menjadi salah satu cara memperingati kemerdekaan dengan melibatkan siswa secara langsung. Anak-anak tidak hanya melihat perayaan dari luar, tetapi ikut menjadi bagian dari kegiatan dengan membawa tema yang telah mereka persiapkan bersama.
Peringatan kemerdekaan pun tidak berhenti pada upacara. Melalui kegiatan seperti pawai budaya, sekolah berupaya mengenalkan kepada siswa bahwa kemerdekaan dapat diisi melalui belajar, berkarya, bekerja sama, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan. (ries/yh)
Editor : Redaksi