Banyuwangi, JatimUPdate.id, – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di kawasan Stasiun Ketapang, Banyuwangi, untuk dioptimalkan menjadi rest area sekaligus kantong parkir kendaraan.
Rencana tersebut disiapkan sebagai salah satu upaya membantu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang, terutama saat peak season ketika volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan.
Baca juga: Tiga Bulan Beroperasi, KA Sangkuriang Ketapang–Bandung Angkut 78.264 Penumpang
Rencana itu terungkap dalam pertemuan antara jajaran PT KAI dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (20/8/2026).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberadaan rest area di kawasan Stasiun Ketapang nantinya dapat menjadi kantong parkir tambahan bagi kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang.
“Kemarin kita sudah membahas bersama PT KAI. Rencananya, di sepanjang kawasan Stasiun Ketapang akan disiapkan rest area yang bisa menjadi kantong parkir tambahan untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang,” kata Ipuk, Jumat (21/8/2026).
Kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang selama ini kerap terjadi pada periode padat perjalanan. Selain dipicu meningkatnya volume kendaraan, kondisi tersebut juga diperparah oleh kendaraan, terutama truk, yang parkir di bahu jalan sepanjang jalur menuju pelabuhan.
Dengan adanya rest area tersebut, kantong parkir di kawasan Ketapang akan bertambah. Sebelumnya, sejumlah lokasi parkir juga telah tersedia di sekitar Pelabuhan Ketapang dan kawasan Tanjungwangi.
Upaya mengurai kepadatan kendaraan di kawasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga dilakukan melalui sejumlah langkah lainnya. Ipuk sebelumnya telah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan untuk meminta dukungan, antara lain terkait pelebaran jalan menuju pelabuhan, penguatan kapasitas dermaga, hingga percepatan pembangunan Jalan Tol Besuki-Banyuwangi.
Baca juga: Universitas Islam Cordoba Banyuwangi Sukses Gelar International Course, Hadirkan Delegasi 12 Negara
Sementara itu, peningkatan kapasitas sepasang dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk telah mulai dikerjakan oleh ASDP Indonesia Ferry.
Kedua dermaga tersebut ditingkatkan spesifikasi dan kapasitasnya agar dapat melayani penyeberangan kendaraan berukuran besar, termasuk truk.
“Semoga kolaborasi dengan berbagai pihak ini bisa mengatasi masalah kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan stakeholder terkait,” ujar Ipuk.
Advisor Direktorat Komersial PT KAI Suharjono mengatakan, rencana pembangunan rest area tersebut merupakan bagian dari dukungan KAI dalam membantu mengatasi persoalan kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang.
Baca juga: Kereta Api Lampung-Aceh dan Tol Trans Sumatera, Jalan Baru Menuju Indonesia Emas 2045
Menurut Suharjono, PT KAI memiliki sekitar 10 hektare lahan di kawasan Stasiun Ketapang yang berpotensi dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan tersebut.
“Ini juga untuk optimalisasi aset PT KAI di Stasiun Ketapang. Nantinya selain menjadi rest area, juga akan menjadi pusat kuliner yang turut meningkatkan ekonomi warga sekitar,” kata Suharjono.
Rencana tersebut diharapkan tidak hanya memberikan tambahan ruang parkir dan mengurangi kendaraan yang berhenti di bahu jalan, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan Stasiun Ketapang.
Kolaborasi antara PT KAI, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pemerintah pusat, dan sejumlah pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat penanganan kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang, khususnya pada periode dengan lonjakan volume kendaraan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat