Dukungan Mewujudkan Koridor Selatan 2045 Terus Bertambah

Reporter : Deki Umamun Rois
Dodik Purwoko, Formasy Praja Nusantara (FPN) tengah berada di Yayasan Mekar Mitra Indonesia.

Malang, JatimUPdate.id — Upaya mewujudkan visi Koridor Selatan 2045 terus mendapat dukungan luas.

Terbaru, Formasy Praja Nusantara (FPN) mematangkan kolaborasi strategis bersama Yayasan Mekar Mitra Indonesia (MEKAR) dalam pertemuan yang digelar di Sekretariat Yayasan MEKAR, Minggu (24/8/2026) pukul 08.00 - 11.00 WIB.

Baca juga: Khofifah Tegaskan Budaya Harus Lestari, Seniman Berdaya, Generasi Muda Bangga

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DMN FPN Dodik Purwoko, S.P. didampingi Koordinator Badan Pekerja DMN FPN KH. Drs. Zainullah Anwar, M.Sc. yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Enterpreneur Roudlatul Madinah Junrejo, Malang, serta Manager Area BP-FPN Edy Suyanto, S.P.

Dari pihak Yayasan MEKAR hadir Pembina Yayasan Sudarmanto, Ketua Yayasan Sumhaji, S.Sos beserta jajaran tim kedua lembaga.

Matangkan Kemitraan Pentahelix

Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah poin penting sebagai landasan pelaksanaan program penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sepanjang kawasan selatan Jawa Timur.

FPN bersama Yayasan MEKAR mematangkan strategi kemitraan pentahelix sebagai gerakan kolaboratif yang menggabungkan 3 pilar utama: rehabilitasi lingkungan, konservasi sumber daya alam, serta pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal. 

Program juga akan mengembangkan produk setengah jadi untuk ekspor sehingga terjadi hilirisasi setiap produk dari sumber daya alam yang ada di wilayah selatan.

"Program ini tidak hanya kegiatan penghijauan. Ini adalah model social enterprise yang memberikan manfaat ekologis sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat dan keberlanjutan organisasi," tegas Dodik Purwoko.

Jadwal dan Lokasi Launching

Baca juga: Perhutani Tuban Sinergi-Kolaborasi Dengan Polres Tuban, Guna Maksimalkan Pengamanan Kawasan Hutan

Program inisiasi Kepala Bakorwil 3 Malang Asep Kusdinar bersama Ketua Umum FPN ini dijadwalkan mulai berjalan pada minggu pertama November - Desember 2026. 

Launching perdana direncanakan berlangsung di Malang Selatan.

Program ini memiliki 6 sasaran utama:
1. Mewujudkan basis-basis baru ketahanan pangan
2. Meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan selatan Jawa Timur
3. Menjaga keseimbangan ekosistem
4. Memperkuat ketahanan air dan iklim
5. Meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui komoditas produktif
6. Menciptakan lapangan usaha berbasis lingkungan

Program ini juga mendukung visi pembangunan kawasan selatan Jawa Timur melalui pendekatan Green Economy dan Blue Economy yang saat ini terus didorong berbagai pemangku kepentingan di Jawa Timur. 

Pelaksanaan dilakukan melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, komunitas, dunia usaha, kelompok tani, dan Yayasan Mekar Mitra Indonesia.

Baca juga: SMSI dan RRI Dorong Kolaborasi Media untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi 

Dukungan Lintas Wilayah dan Stakeholder

Ketua Umum FPN Dodik Purwoko menegaskan keberhasilan program sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, serta peran stakeholder dan regulator di masing-masing kabupaten.

"Dukungan dari Bakorwil I, Bakorwil III, dan Bakorwil V meliputi Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi sangat krusial. Begitu juga dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur beserta para Dewan dari Dapil Jawa Timur," ujar Dodik.

Lebih lanjut, Dodik menyampaikan bahwa Koridor Selatan Hijau juga merupakan upaya mensukseskan  Nawa Bhakti Satya dan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan Ketahanan Pangan, serta turut mensukseskan pemenuhan MBG, KDMP, dan program Kawasan Hutan Desa.

Dengan bertambahnya dukungan dari berbagai pihak, FPN optimis Koridor Selatan 2045 dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial di wilayah selatan Jawa Timur. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru