Indonesia-China Sepakat Bangun Fasilitas Produksi Misil hingga Amunisi, Ditargetkan Beroperasi 2027
Jakarta, JatimUPdate.id - Indonesia dan China (Tiongkok) sepakat memperkuat kerja sama industri pertahanan melalui pembangunan fasilitas produksi misil, roket, hingga amunisi di dalam negeri.
Pertemuan itu melibatkan Menlu RI Sugiono bersama Menhan RI Sjafrie Syamsudin bertemu dengan koleganya Menlu
RRT Wang Yi dan Menhan RRT Laksaman Dong Jun.
Kesepakatan strategis tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral format 2+2 yang digelar di Jakarta dan melibatkan Menhan bersama jajaran menteri terkait.
Fasilitas produksi tersebut ditargetkan mulai beroperasi dan menghasilkan amunisi paling lambat pada 2027.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.
Salah satu poin utama dalam kerja sama tersebut adalah komitmen China memberikan transfer teknologi (transfer of technology) kepada Indonesia.
Melalui skema ini, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan dan memproduksi sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang selama ini belum dapat dibuat secara mandiri di dalam negeri.
Dalam pelaksanaannya, proyek pengembangan bersama atau joint development tersebut akan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pertahanan Indonesia, yakni PT Pindad dan PT Len Industri.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi alutsista dalam negeri, tetapi juga memperkuat penguasaan teknologi pertahanan nasional.
Pembangunan fasilitas produksi bersama ini juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara lebih mandiri.
Dengan meningkatnya kapasitas produksi domestik, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor persenjataan dari negara lain.
Meski demikian, sejumlah informasi terkait proyek tersebut masih belum dibuka kepada publik.
Detail mengenai lokasi pembangunan fasilitas produksi maupun nilai investasi kerja sama hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Pemerintah masih menyimpan rapat rincian proyek strategis tersebut, termasuk aspek teknis dan skema investasi yang akan digunakan dalam pembangunan fasilitas produksi misil, roket, dan amunisi di Indonesia.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat