Dinkes Surabaya Bantah Limbah Medis di Sidoarjo Milik RSUD Eka Chandrarini

Reporter : Ibrahim
Billy D Messakh saat memberikan keterangan kepada wartawan, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Billy D Messakh membantah limbah medis yang ditemukan di kawasan Sidoarjo berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Chandrarini.

Dia mengatakan terdapat sejumlah fakta yang menurutnya menunjukkan limbah tersebut bukan berasal dari rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya itu.

Baca juga: Final Soekarno Cup Jadi Momentum Gotong Royong untuk Korban Gempa NTT

Billy mengatakan salah satu indikasinya terdapat jarum suntik yang masih dalam kondisi ditutup kembali atau recapping.

Menurut dia, prosedur tersebut tidak diterapkan di RSUD Eka Chandrarini karena berisiko menyebabkan petugas tertusuk jarum.

"Yang kita ketemu semuanya ini ada recapping-nya. Itu bukti pertama," kata Billy, di kawasan Yos Soedarso, Rabu (26/8).

Selain itu, dia menyebut peralatan medis yang ditemukan menggunakan merek Onemed. Sementara alat yang digunakan RSUD Eka Chandrarini, menurut Billy, bermerek Nipro.

"Yang kedua, ini mereknya Onemed. Punya dr. Tias ini tidak ada merek Onemed. Mereknya Nipro. Sudah beda," tegasnya.

Billy juga menyoroti keberadaan vial obat kontrasepsi di antara limbah tersebut.

Dia mengatakan RSUD Eka Chandrarini tidak melakukan penyuntikan obat kontrasepsi.

Baca juga: Kemandirian Fiskal Surabaya Tak Bisa Cuma Dijawab dengan Optimisme

"Vial kecil ini obat KB. Rumah Sakit EC tidak menyuntik obat KB. Berarti ada di klinik yang menyuntikkan obat KB, bukan di rumah sakit EC," katanya.

Menurut Billy, pengelolaan limbah medis di RSUD Eka Chandrarini dilakukan melalui prosedur yang telah ditetapkan. Limbah dikumpulkan, ditimbang, kemudian diangkut pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemerintah kota.

Dia mengatakan pengangkutan limbah dilakukan menggunakan transporter yang dilengkapi sistem pelacakan atau GPS sehingga perjalanan kendaraan dapat dipantau.

Billy juga membantah keberadaan label RSUD Eka Chandrarini pada temuan limbah sebagai bukti limbah tersebut berasal dari rumah sakit.

Baca juga: Yuga Soroti SOP RHU Setelah Kecelakaan Maut di Gubernur Suryo

Menurut dia, label yang ditemukan merupakan kantong kertas untuk membawa obat pasien pulang.

"Ini adalah kantong obat. Semua pasien yang pulang bawa obat dapat ini. Bukan untuk buang limbah," tuturnya.

Billy mengatakan Pemkot Surabaya bersama pihak terkait masih berupaya menelusuri pihak yang membuang limbah medis tersebut.

"Yang pasti, barang itu ada di situ, pasti ada yang buang. Kita tinggal cari siapa yang buang," beber Billy D Messakh. (Roy/Yh).

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru