Anas Urbaningrum Minta Pemerintah Serius "Modifikasi Cuaca Politik"

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Montase foto-foto aktivitas Anas Urbaningrum, sejak menjadi aktivis hingga saat ini. (Foto Karya Sygma Research and Consulting)
Montase foto-foto aktivitas Anas Urbaningrum, sejak menjadi aktivis hingga saat ini. (Foto Karya Sygma Research and Consulting)

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 1997-1999, Anas Urbaningrum, menilai kegaduhan yang dipicu pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi tidak perlu diperpanjang.

Menurut Anas, perdebatan terkait pernyataan tersebut hanya berpotensi menjadi polemik klise dan ajang saling tuding yang tidak produktif.

Anas justru menilai pemerintah perlu fokus pada persoalan yang lebih mendesak, yakni melakukan "modifikasi cuaca politik" secara serius.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

"Pertengkaran terkait omongan Budi Arie ini bukanlah hal yang penting. Karena hanya akan menjadi perdebatan klise dan baku pertuduhan. Justru yang tinggi urgensinya adalah bagaimana melakukan modifikasi cuaca politik dengan serius," ujar Anas melalui akun X @anasurbaningrum, Rabu (26/8/2026). 

Menurut Anas, terdapat sejumlah langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk menciptakan iklim politik yang lebih teduh dan produktif.

Pertama, memperbaiki dan meningkatkan kinerja pemerintah. Kebijakan yang telah dibuat harus diimplementasikan secara optimal. Sementara kebijakan yang menuai kritik perlu dievaluasi dan dikoreksi, termasuk dalam tahap pelaksanaannya.

Kedua, memperkuat komunikasi publik. Anas menilai kebijakan pemerintah perlu disampaikan kepada masyarakat secara elegan. Begitu pula kritik harus direspons dengan cara yang proporsional. Pemerintah juga perlu menekan potensi residu komunikasi yang dapat memicu persoalan baru.

Ketiga, mempertajam daya periksa Presiden. Menurut Anas, Presiden perlu meningkatkan kemampuan memeriksa laporan yang diterima dari jajaran pemerintah.

Langkah itu diperlukan untuk mencegah praktik laporan "Asal Bapak Senang" (ABS). Setiap laporan dan data yang disampaikan kepada Presiden, kata dia, harus ditelaah berdasarkan fakta secara objektif dan autentik, bukan sekadar polesan atau kosmetik.

Anas meyakini penerapan sejumlah langkah tersebut dapat membuat iklim politik nasional menjadi lebih teduh dan stabil. Menurutnya, stabilitas politik seharusnya dibangun melalui peningkatan kepuasan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Demokrasi yang sehat bukan saja perlu stabil dan damai, tetapi juga produktif. Demokrasi kita harus dijaga untuk terus bergerak maju, sehat, dan produktif. Bukan yang maju-mundur, penuh retakan, dan sering disertai patahan," pungkasnya.(ih/yh)