Surabaya,JatimUPdate.id - Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Billy D Messakh meminta pihak yang mengaitkan temuan limbah medis di Sidoarjo dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Chandrarini memberikan penjelasan. Dia menilai tuduhan tersebut berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya.
Billy secara khusus meminta, pihak yang sebelumnya mengangkat persoalan tersebut, bertemu dengannya untuk membahas temuan limbah medis itu.
Baca juga: Apresiasi Langkah Cepat Perumda Surya Sembada, Buleks Minta Pengawalan Air Bersih di Dupak Masigit
"Saya sudah bilang dia, ayo ketemu aku. Kamu harus klarifikasi tentang masalah ini," kata Billy, Kamis (27/8).
Dia mengatakan Pemkot Surabaya tidak ingin terburu-buru menuduh pihak tertentu sebagai pelaku pembuangan limbah. Menurut dia, penelusuran harus dilakukan untuk mengetahui siapa yang membuang limbah medis tersebut.
Billy menyebut DLH Sidoarjo, DLH Surabaya, dan pihak lain telah bertemu untuk membahas temuan tersebut. Sayangnya pada Rabu pagi, limbah yang sebelumnya masih berada di lokasi disebut telah hilang.
"Jam 20.00 WIB saya masih ada di lokasi, limbah medis itu masih ada. Pagi sudah enggak ada. Informasinya ada dua orang yang mengambilnya," tambah Billy.
Baca juga: PAD Surabaya Tinggi, Jaringan Mata Publik Pertanyakan Kemandirian Fiskal
Billy mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu penelusuran. Namun, dia mengakui lokasi pembuangan berada di area yang tidak seluruhnya terjangkau kamera pengawas.
Menurut Billy, persoalan utama saat ini bukan gugatan atau laporan hukum. Namun memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai asal limbah tersebut.
"Yang paling penting, pondasi berpikir kita adalah jangan sampai orang merusak nama baik EC sehingga masyarakat Surabaya tidak percaya," katanya.
Baca juga: Bursa Ketum PBNU Memanas, Imam Jazuli Dinilai Bisa Jadi Jalan Tengah
Billy mengatakan pihaknya masih membuka kemungkinan berbagai pihak terlibat dalam pembuangan limbah tersebut. Kendati begitu, dia enggan menuduh pihak tertentu sebelum ada bukti.
"Saya enggak bisa jawab itu karena menuduh nanti. Tapi yang pasti, barang itu ada di situ, pasti ada yang buang. Kita tinggal cari siapa yang buang," kata dia. (Roy/Yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat