Berdikari Cinta Rakyat Terbukti

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Defiyan Cory
Defiyan Cory

 

Oleh: Defiyan Cori

Ekonom Konstitusi

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Pada Rabu (26/08/2026), 10 hari pasca gempa dan tsunami yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Presiden Republik Indonesia (RI) berkunjung.

Tak hanya berkunjung tapi Presiden RI Prabowo Subianto meminta para pejabat setempat menyampaikan kebutuhan pasca gempanya. Inilah bukti hadirnya seorang pemimpin menyelesaikan masalah daerah dan masyarakatnya.

Dan, bukan datang untuk melakukan pencitraan! Pemda NTT pun menawarkan lahan 8.000 hektare (ha) bagi penghijauan kembali tanah Flores.

Kejadian gempa bumi dan tsunami yang mendera Ibu Pertiwi memang bukan pertama kali terjadi.

Setidaknya, musibah dan bencana bumi ini telah terjadi berulangkali dalam frekuensi tak normal sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bukan berarti, sebelumnya tak pernah terjadi musibah dan bencana, tapi masih dalam intensitas normal.

Yang sangat dahsyat tentulah gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang menelan korban sekira 230.000 jiwa.

Bagaimanapun, musibah bencana gempa bumi diiringi tsunami, banjir dan longsor jelas berdampak pada kegiatan perekonomian dan segala bidang. Pelayanan pemerintahan pun akan terganggu.

Maka, saat musibah bencana alam terjadi yang harus dipastikan adalah pelayanan publik pemerintahan haeus tetap dan terus berjalan.

Inilah yang dilakukan dan menjadi perhatian serius (concern) Presiden RI Prabowo Subianto.

Selesai rapat dengan para pejabat daerah dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya di tenda darurat lapangan berdikari Presiden RI lalu berkunjung ke lokasi penanpungan korban bencana di Nagekeo tersebut.

Presiden RI tak hanya menyapa basa-basi lalu pergi. Rakyat disekitarnya menunggu kedatangannya penuh antusias meskipun masih dalam keadaan berduka selepas terkena bencana hebat.

Dalan suatu kesempatan di tenda darurat itu Presiden disambut pelukan hangat para Ibu. 

Tidak hanya seorang demi seorang tetapi secara bersamaan. Ada yang sampai mengelus-elus badan dan punggung sang pemimpin.

Bukti nyata rakyat mencintainya. Presiden RI Prabowo Subianto membiarkan pelukan rakyat itu terjadi.

Sepertinya, belum ada dalam sejarah kepemimpinan nasional ada Presiden RI (pasca kemerdekaan) yang begitu leluasa dipeluk rakyatnya.

Biasanya, Presiden RI hanya menggendong seorang dan beberapa orang anak, mencium keningnya dan bersalaman saja.

Artinya, kepemimpinan nasional tak hanya memberikan perintah (order) dan instruksi sebagai sesuatu yang lumrah.

Pemimpin harus memahami bahwa mereka adalah bagian dari "tubuh" rakyat. Kehadirannya akan memberikan motivasi dan inspirasi bagi rakyatnya untuk berdikari.

Baik dikala suka terlebih disaat duka. Tinggal para pembantu Presiden RI dan wakil rakyat (DPR RI) menunjukkan bukti cinta kepada rakyatnya.

Jangan jadi pejabat daerah dan negara mau enaknya saja. Mandatmu adalah dari rakyat dan kembali ke rakyat!