HUT Ke-5 PELITA 16, Wihaji Dorong Pembinaan Atlet Muda Lewat Turnamen Tenis Meja

Reporter : Shofa
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji saat membuka turnamen Olahraga Tenis meja dimana Kegiatan itu digelar di Graha Insan Cita (GIC), Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (29/08/2026).

 


Depok, JatimUPdate.id — Semangat pembinaan generasi muda mewarnai peringatan HUT ke-5 Perkumpulan Insan Cita (PELITA) 16.

Baca juga: Anas Urbaningrum Minta Pemerintah Serius "Modifikasi Cuaca Politik"

Selain menggelar tasyakuran, PELITA 16 menyelenggarakan turnamen tenis meja yang mempertandingkan kategori usia 15 tahun dan kategori umum sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan olahraga usia muda.

Kegiatan yang digelar di Graha Insan Cita (GIC), Depok, Jawa Barat, tersebut dibuka oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji.

Pembukaan turnamen dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi yang mempertemukan tokoh senior dengan atlet muda.

Anas Urbaningrum berpasangan dengan Sasi (15), sementara Wihaji berpasangan dengan Christian (15).

Pertandingan eksibisi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sportivitas. Kehadiran atlet-atlet muda dalam pertandingan bersama tokoh senior menjadi gambaran pentingnya interaksi lintas generasi untuk membangun motivasi, pengalaman, dan kepercayaan diri generasi muda.

“Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah. Ada disiplin, kerja keras, sportivitas, dan proses membangun karakter. Karena itu, pembinaan sejak usia muda menjadi investasi penting untuk masa depan,” ujar Wihaji di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/8).

Menurut Wihaji, ruang bagi anak-anak dan remaja untuk berkompetisi secara sehat perlu terus diperbanyak.

Kompetisi yang dilakukan secara terarah dapat menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi generasi muda, termasuk di bidang olahraga.

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah PELITA 16 yang secara khusus menghadirkan kategori usia 15 tahun dalam turnamen tenis meja kali ini.

 Dengan demikian, atlet-atlet muda tidak hanya mendapatkan kesempatan berkompetisi, tetapi juga pengalaman bertanding yang menjadi bagian penting dari proses pembinaan prestasi.

Baca juga: Wahyu Kebo-Lutfi Juara Lomba Tenis Meja JUDES Usai Bangkit di Final

“PELITA 16 ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai perayaan ulang tahun. Kami ingin memberikan kontribusi nyata, salah satunya dengan membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang melalui olahraga,” kata Wihaji.

Pada kategori usia 15 tahun putra, juara pertama diraih Rifan/PPOP. Posisi kedua ditempati Arfan/Harmony RTTA.

Sementara itu, juara ketiga bersama diraih Pedro/Harmony RTTA dan Rizky/Spin Master.

Adapun pada kategori usia 15 tahun putri, Saffa/Harmony RTTA keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Nani/STONI, sedangkan juara ketiga bersama ditempati Hazel/Kertajati dan Sashi/Stony.

Sementara itu, Ketua Umum PELITA 16 Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, pihaknya bangga turnamen tenis meja tersebut kembali dapat diselenggarakan.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk dukungan PELITA 16 terhadap pengembangan olahraga sekaligus pembinaan atlet muda.

Baca juga: Arif Fathoni: Lomba HUT RI JUDES Pererat Kebersamaan di Lingkungan DPRD Surabaya

“Pembinaan atlet muda sudah semestinya mendapatkan dukungan, terutama dari sisi pengembangan dan penyediaan sarana. Karena itu, PELITA 16 berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Ia menambahkan, PELITA 16 berencana menyediakan sarana latihan tenis meja bagi generasi muda yang nantinya dipusatkan di Graha Insan Cita (GIC), Depok. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang latihan sekaligus wadah pembinaan bagi atlet-atlet muda yang memiliki potensi.

PELITA 16 berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pembinaan atlet tenis meja usia muda.

Selain melahirkan bibit-bibit berprestasi, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya olahraga, sportivitas, disiplin, dan kebersamaan di kalangan generasi muda.

“Yang paling penting adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berproses. Prestasi membutuhkan waktu, latihan, pengalaman, dan dukungan. Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia,” imbuh Anas Urbaningrum, yang juga mantan Ketua Umum PB HMI. (rilis/sof/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru