KAHMI Bakal Gelar Simposium Nasional, Terbuka Untuk Umum

Reporter : Redaksi
Keterangan: Ekseklusif

Jakarta, JatimUpdate.id - Dalam rangkaian peringatan 60 tahun pengabdiannya bagi bangsa, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Simposium Nasional bertajuk "KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa". 

Acara puncak ini akan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB.

Baca juga: Pelantikan MW KAHMI Sumut Tanpa Koordinator Presidium MN KAHMI: Tetap Khidmat di Tengah Tanda Tanya

Simposium ini menjadi wadah diskusi strategis membahas dua pilar utama kedaulatan nasional: kemandirian energi dan ketahanan pangan, yang keduanya berlandaskan amanat Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945. 

Tema besar yang diangkat sejalan dengan slogan HUT ke-60 KAHMI, menegaskan komitmen organisasi untuk berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kemandirian bangsa .

Pembukaan dan Sesi Pertama: Kemandirian Energi untuk Kesejahteraan Rakyat

Acara akan dibuka dengan Keynote Speech oleh Ahmad Muzani (Ketua MPR RI), yang juga akan menyampaikan pidato bertajuk “Arah Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045”. 

Dalam berbagai kesempatan, Muzani menekankan bahwa program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul dan ekonomi kerakyatan menuju 2045 . 

Opening Remark akan disampaikan oleh Romo M. Syafi’i (Koorpres MN KAHMI) dengan tema “Peran KAHMI sebagai Mitra Kritis dalam Mengawal Agenda Strategis Nasional untuk Kedaulatan Bangsa” .

Memasuki Sesi 1 (09.30 – 12.30), simposium akan mengupas “Kemandirian Energi untuk Kesejahteraan Rakyat” dari perspektif konstitusi. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dijadwalkan memberikan keynote speech. 

Kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah saat ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana kekayaan alam harus dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat . 

Baca juga: Retina Langit : Profesor Mata Itu Akhirnya Menutup Mata

Bahlil menegaskan bahwa hilirisasi adalah strategi untuk melepaskan Indonesia dari jebakan ekspor bahan mentah dan memperkuat posisi tawar di rantai nilai global .

Diskusi akan diperkaya oleh narasumber:

  1. Bambang Haryadi, SE (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI)
  2. Fuad Bawazier (Komisaris Utama MIND.ID)
  3. Bisman Bakhtiar (Direktur Eksekutif PUSHEP)

Sesi Kedua: Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju

Memasuki Sesi 2 (12.30 – 16.30), fokus bergeser pada “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju”. Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian RI) akan menjadi pembicara kunci. 

Menteri Amran bertekad menjadikan Indonesia sebagai superpower pangan dunia, menyebut bahwa kedaulatan pangan adalah harga diri bangsa yang tidak boleh lagi bergantung pada impor . 

Baca juga: Balada Pesan Singkat di Tengah Malam

Dengan dukungan teknologi dan hilirisasi, Indonesia dinilai mampu menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 .

Sesi ini akan menghadirkan para akademisi dan praktisi terkemuka:

  1. Prof. Dr. H. Ahmad Tjahya Nugraha (Ketua Umum PISPI)
  2. Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, M.S. (Guru Besar IPB University)
  3. Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, M.S. (Anggota Komisi IV DPR RI)

Simposium ini terbuka untuk umum dan menyediakan e-sertifikat bagi seluruh peserta yang hadir. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: https://bit.ly/SIMPOSIUMKAHMI.

Acara ini merupakan momentum penting bagi KAHMI untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan strategis nasional, mengawal jalannya pembangunan agar sesuai dengan cita-cita kemerdekaan, serta memastikan Indonesia mencapai visi emasnya di tahun 2045 . (#)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru