Pakar: Pemecatan Achmad Hidayat Perlu Dilihat dari Kronologi Konflik Internal PDIP

Reporter : Ibrahim
Achmad Hidayat, istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Pakar politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, mengatakan pemecatan Achmad Hidayat sebagai kader PDIP perlu dilihat dari kronologi persoalan yang terjadi di internal partai.

Menurut Bimo, pemecatan Achmad yang berdekatan pertemuannya dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo menarik untuk dicermati. 

Baca juga: Gempar Jatim Pertanyakan Respons Pemkot Surabaya soal Privatisasi Air

Pertemuan itu, kata dia, bisa jadi merupakan momentum dari persoalan internal yang sebelumnya telah berlangsung.

“Kalau melihat kronologinya, kita perlu membedakan antara alasan formal pemecatan dengan konteks politik yang melatarbelakanginya,” kata Bimo, Rabu (16/9).

Bimo mengatakan PDIP menyebut sejumlah pelanggaran internal sebagai dasar pemecatan Achmad. 

Pemecatan tersebut, tambah Bimo tidak dapat langsung dikaitkan dengan pertemuan Achmad dan Jokowi.

Namun, secara politik, pertemuan dengan Jokowi bisa menjadi trigger atau momentum yang membuat persoalan internal tersebut masuk ke ranah DPP PDIP.

Baca juga: Dirut PDAM Jawab Soal Air Berbusa, Pengelolaan Air Pengembang Bisa Dialihkan tapi Bertahap

“Pertemuan dengan Jokowi ini bisa menjadi trigger atau momentum yang membuat persoalan yang sebelumnya bersifat internal itu menjadi masuk ke ranah DPP,” urai Bimo.

Bimo tidak menyimpulkan DPC PDIP Surabaya sengaja menunggu Achmad bertemu Jokowi untuk kemudian memecatnya. 

Menurut dia, tudingan semacam itu membutuhkan bukti yang lebih kuat.

Baca juga: Gempar Jatim Bawa Empat Tuntutan Pengelolaan Air ke Komisi B DPRD Surabaya

“Tapi sangat mungkin persoalan internal yang sudah menumpuk ini kemudian mendapatkan momentum untuk diselesaikan ketika muncul tindakan politik yang dianggap bertentangan dengan garis organisasi,” kata dia.

Jika konflik internal memang telah berlangsung sebelumnya, Bimo mengatakan pertemuan Achmad dengan Jokowi dapat dibaca sebagai titik kulminasi persoalan tersebut.

“Jadi kalau konflik internal memang sudah berlangsung sebelumnya, pertemuan dengan Jokowi ini dapat dibaca sebagai titik kulminasinya, bukan necessarily sebagai satu-satunya penyebab,” demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy/mmt).

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru