Surabaya, JatimUPdate.id – Pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Komisariat Fakultas Hukum (FH) mulai menerjemahkan kepengurusan baru ke dalam sejumlah agenda konkret. Hasil rapat kerja (raker) menetapkan lima program yang akan menjadi fokus organisasi selama satu tahun mendatang.
Kelima agenda tersebut mencakup job fair, mentoring alumni yang ingin menjadi ASN, jalan sehat dan fun run, konser tahunan, serta bedah buku. Seluruh program dibahas dan disepakati dalam raker IKA FH Unair di Plasa Airlangga, Surabaya, Sabtu (19/9/2026).
Baca juga: Cegah HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Gandeng IKA Unair dan Umsida Edukasi Ribuan Pelajar
Raker mengusung tema “Dengan Rapat Kerja Kita Tingkatkan Sinergi Alumni untuk Memperkokoh Kiprah IKA FH Unair di Masyarakat.” Forum ini menjadi agenda kerja pertama setelah kepengurusan baru IKA FH Unair dilantik.
Ketua IKA FH Unair Syaiful Ma'arif mengatakan, penyusunan program kerja diarahkan agar keberadaan organisasi memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, alumni tidak hanya memiliki hubungan dengan almamater, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendukung mahasiswa dan masyarakat.
“Kehadiran IKA itu harus bermanfaat buat almamater, bermanfaat buat mahasiswa, bermanfaat buat masyarakat, dan tentu juga bermanfaat buat alumni sendiri,” ujar Syaiful.
Dari lima program yang disepakati, job fair menjadi salah satu agenda yang akan segera direalisasikan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober dengan sasaran mahasiswa dan alumni yang membutuhkan akses informasi maupun peluang kerja.
Selain itu, IKA FH Unair menyiapkan program mentoring bagi alumni yang hendak mengikuti proses menjadi ASN. Pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan organisasi terhadap pengembangan karier alumni.
Adapun jalan sehat dan fun run, konser tahunan, serta bedah buku disiapkan sebagai agenda yang tidak hanya mempertemukan alumni, tetapi juga membuka ruang interaksi yang lebih luas.
Langkah tersebut berjalan beriringan dengan jejaring kerja sama yang telah dibangun IKA FH Unair bersama sejumlah institusi.
Di antaranya kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani program magang di lingkungan kejaksaan.
IKA FH Unair juga bekerja sama dengan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Jawa Timur untuk mendukung kesempatan magang mahasiswa di lingkungan peradilan. Sementara dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan DPC Peradi Suara Advokat Indonesia, kerja sama diarahkan untuk mendukung kebutuhan magang mahasiswa maupun alumni.
“Ini konteksnya bermanfaat buat alumni, mahasiswa magang, dan tentu kaitannya dengan masyarakat,” kata Syaiful.
Menurut dia, jejaring yang dibangun organisasi alumni juga diharapkan ikut memberikan dampak terhadap almamater. Alumni memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga reputasi sekaligus mendukung kualitas dan akreditasi Unair.
Konser tahunan menjadi salah satu agenda yang akan kembali digelar. Sebelumnya, kegiatan tersebut pernah menghadirkan grup musik Padi.
“Program-program kerja itu diharapkan bisa bermanfaat untuk mendukung MoU-MoU yang sudah dilakukan,” tuturnya.
Baca juga: Inagatha Setyarahma Pangastuti: Berangkat Tanpa Peta, Pulang Bawa Gelar Advokat
Syaiful mengatakan, pola kerja IKA FH Unair ke depan tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada alumni. Organisasi juga ingin membangun hubungan yang lebih erat antara alumni, kampus, mahasiswa, dunia profesi, dan masyarakat.
“Pengurus IKA bukan hanya menerima alumni saja, tapi berkontribusi. Itu yang utama,” tegasnya.
Raker Jadi Bagian dari Penguatan Organisasi
Sekretaris Jenderal PP IKA Unair periode 2025-2030, Indra Nur Fauzi, menilai raker merupakan salah satu instrumen penting dalam memastikan organisasi berjalan dengan arah yang jelas.
Menurutnya, keberadaan organisasi harus didukung landasan hukum dan kepengurusan yang jelas. Selanjutnya, program kerja perlu ditetapkan melalui forum organisasi dan direalisasikan sesuai keputusan bersama.
“Organisasi yang baik itu kan ada landasan hukum, ada SK, kemudian yang kedua ada rapat kerja yang memutuskan program-program yang akan dilakukan, dan ketiga melaksanakan program kerjanya, artinya realisasi atas programnya,” jelas Indra.
Ia menilai pelaksanaan raker IKA FH Unair menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang sehat. Aktivitas organisasi, kata dia, perlu berjalan berdasarkan perencanaan dan program yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Raker ini menjadi sesuatu pembuktian bahwa organisasi Komisariat Fakultas Hukum ini membangun tidak hanya buat kegiatan, tetapi juga tata kelola organisasi yang sehat,” ujarnya.
Baca juga: Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif
Indra juga menekankan pentingnya membangun kerja sama antarkomisariat serta lintas fakultas. Menurutnya, luasnya persoalan di masyarakat membutuhkan kontribusi alumni dari berbagai latar belakang keilmuan.
“IKA tidak hidup di ruang hampa. IKA hidup di masyarakat dan persoalan masyarakat itu beragam, tidak hanya masalah-masalah hukum, tapi banyak persoalan masyarakat juga mempunyai konsekuensi hukum yang harus diselesaikan,” katanya.
Kolaborasi lintas fakultas dinilai dapat mempertemukan berbagai kompetensi alumni sehingga kontribusi IKA Unair tidak terbatas pada satu bidang.
Indra juga menyebut alumni FH Unair telah berkiprah di berbagai sektor, termasuk institusi nasional dan perwakilan diplomatik. Jejaring tersebut menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk memperluas peran alumni.
Namun, ia menekankan bahwa kiprah alumni tidak hanya berkaitan dengan jabatan yang dimiliki. Kontribusi yang diberikan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberadaan alumni.
“Tidak hanya posisinya, tapi peran-peran implikasinya itu kepada masyarakat menjadi lebih luas,” ujarnya.
Melalui raker tersebut, IKA FH Unair menetapkan arah kerja yang menggabungkan penguatan jejaring, pengembangan alumni, dukungan terhadap mahasiswa, serta kontribusi kepada masyarakat. Agenda tersebut selanjutnya menjadi pijakan bagi kepengurusan baru dalam menjalankan program selama satu tahun ke depan.(DPR)
Editor : Redaksi