Tuban,JatimUPdate.id - Universitas Airlangga (Unair) membekali siswa SMKN 1 Singgahan, Tuban, dengan keterampilan technopreneur untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis teknologi di tengah persoalan pengangguran lulusan SMK.
Pelatihan yang digelar tim pengabdian masyarakat Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Unair diikuti 30 siswa, terdiri dari 15 siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan 15 siswa jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta sejumlah guru.
Ketua tim, Aminatun, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis.
Namun juga membangun pola pikir kreatif, kemampuan memecahkan masalah.
Pun keberanian mengembangkan ide menjadi produk bernilai ekonomi.
“Harapan kami, saat lulus SMK nanti, mereka bukan hanya menjadi job seeker, tapi juga pencipta pekerjaan,” katanya.
Dalam kegiatan itu, Unair juga menghadirkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Imron Mawardi, untuk memberikan materi technopreneurship.
Siswa diperkenalkan pada pendekatan design thinking untuk mengenali persoalan di lingkungan sekitar, merumuskan kebutuhan, hingga merancang produk yang berpotensi menjadi solusi.
Teknologi pencetakan tiga dimensi atau 3D printing turut diperkenalkan sebagai sarana mengembangkan desain digital menjadi produk fisik.
Baca juga: Investasi Pendidikan Bagi Gen Z, PWI Tuban Gelar Duta Literasi Pelajar SMA/SMK Sederajat
Teknologi ini memungkinkan siswa membuat prototipe, menguji fungsi dan bentuk produk, serta menyempurnakan rancangan sebelum dipasarkan.
Sebagai dukungan terhadap pembelajaran berbasis teknologi, Unair juga memberikan hibah printer 3D kepada SMKN 1 Singgahan.
Wakil kepala sekolah, Suntari, mengapresiasi pelatihan dan bantuan tersebut.
Menurutnya, kehadiran para profesor untuk memberikan motivasi dan berbagi pengetahuan menjadi dukungan bagi pengembangan keterampilan siswa.
"Sekolah juga menerima fasilitas printer 3D yang sebelumnya belum dimiliki," ucap dia.
Program pengabdian masyarakat bertajuk “Penumbuhan Jiwa Technopreneur Muda melalui Pelatihan Design Thinking, Desain Produk, dan Teknologi 3D Printing” ini diharapkan mendorong siswa mengembangkan gagasan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Aminatun menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program AIRGROW (Airlangga Initiative for Resilient Growth and Work Opportunities), antara lain mendorong pengembangan usaha komunitas dan penciptaan lapangan kerja lokal.
"Melalui pembekalan tersebut, siswa diharapkan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi mampu mengenali peluang pasar, merancang produk sesuai kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan usaha berbasis teknologi," tutupnya. (Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat