Gresik, JatimUPdate.id - Redaksi JatimUPdate.id mendapatkan narasi tulisan ini dari hasil liputan jurnalis yang ikut dalam acara Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gresik yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Siwalan yang dikelola BUMDesa Hendrosari, Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik pada Rabu (04/11/2026).
Pada Rakorkab TPP tersebut hadir 3 narasumber yaitu Dr. H. Achmad Rubai (Pengamat Lembaga Keuangan Desa), Drs Abu Hasan., SH., M.M., (Kadis PMD Gresik) dan M. Arif An, SH., M.H., (Tenaga Ahli Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal).
Acara Rakorkab TPP Gresik itu dihadiri sedikitnya 100 Pendamping Desa yang mengampu 330 desa di 18 Kecamatan di Kabupaten Gresik termasuk dua kecamatan di Pulau Bawean.
Redaksi JatimUPdate.id merasa perlu untuk mengutip dan mempublikasi narasi paparan M. Arif An tersebut yang dikutip dari tulisan aslinya sebagaimana dibawah ini :
Di era disrupsi ini, Tugas Pokok dan Fungsi TPP (Tenaga Pendamping Profesional) bergeser. Tidak lagi hanya tukang administrasi APBDes, tapi jadi navigator perubahan desa.
Ini Tupoksi resmi Kemendesa dan adaptasi era disrupsi :
TUGAS POKOK TPP
1. Fasilitasi Perencanaan, Pelaksanaan & Pengawasan Pembangunan Desa Partisipatif
Dulu: Bantu susun RPJMDes, RKPDes, APBDes manual.
Era Disrupsi: Wajib melek SID / Sistem Informasi Desa, e-Budgeting, aplikasi Siskeudes Online, OpenSID. Desa tidak boleh lagi tulis tangan.
2. Penggerak Ekonomi Lokal & Kawasan Pedesaan
Dulu: Bentuk BUMDes asal jadi.
Era Disrupsi: Dorong BUMDes jadi startup desa.
- Digitalisasi BUMDes: Marketplace, QRIS, laporan via aplikasi.
- Koneksikan produk desa ke ekspor, e-commerce (Shopee, TikTok Shop).
- Di Gresik contoh: Kawasan Pedesaan Tanaman Hias Kedamean-Wringinanom-Driyorejo, harus go-digital.
3. Pendampingan Inovasi dan Teknologi Tepat Guna
Ini inti disrupsi.
- Literasi digital warga: lawan hoax, judi online, pinjol.
- Fasilitasi Desa Cerdas / Smart Village: WiFi desa, layanan surat online, CCTV keamanan.
- Gunakan AI / Data untuk pemetaan potensi desa, bukan tebak-tebakan.
4. Penguatan Kapasitas & Kaderisasi Lokal
- Membentuk kader desa digital, bukan tergantung TPP terus.
- Rembuk warga desa sebagai ruang ide, bukan hanya seremonial tanda tangan.
- Edukasi Kepala Desa & Perangkat agar tidak gaptek.
5. Kolaborasi Lintas Sektor
TPP di Gresik sekarang tidak bisa kerja sendiri.
- Kolaborasi dengan DPMD, Bappeda, Perguruan Tinggi (Unair), Perusahaan (Danone-AQUA untuk TPST), dan industri.
- Menjembatani Dana Desa dengan program CSR dan program nasional.
FUNGSI TPP DI ERA DISRUPSI - 4 Fungsi Baru*
1. Fungsi Protektif:
Lindungi desa dari disrupsi negatif: kebocoran data desa, salah kelola DD karena tidak paham digital audit, BUMDes bangkrut karena kalah saing online.
2. Fungsi Kuratif / Problem Solving:
Desa yang fiskalnya menurun tajam (seperti di Gresik saat ini), TPP harus bantu cari sumber pendapatan baru, bukan hanya andalkan DD.
3. Fungsi Edukatif:
Jadi guru digital. Wajib mengajarkan perangkat desa cara pakai aplikasi, cara branding produk desa di medsos.
Baca juga: Kapolri Gandeng Kemendesa PDT Dorong Desa Bersinar Dan Tekan Angka Kemiskinan Warga Desa
4. Fungsi Disruptif itu sendiri:
TPP harus jadi agen yang merusak cara lama yang tidak efisien. Contoh: hentikan rapat berjam-jam tanpa hasil, ganti dengan koordinasi via Zoom / WAG yang efektif, laporan via Google Drive.
Kunci untuk TPP Kabupaten Gresik saat ini:
Jangan hanya dampingi 330 Desa agar tetap Mandiri, tapi dampingi agar naik kelas jadi Desa Berdaya Saing Global.
3 skill wajib TPP era disrupsi:
1. Digital Literacy
2. Data Literacy
3. Human Literacy - empati, tidak bisa digantikan AI
Demikian materi yang kami sampaikan semoga berkenan dan bermanfaat.
Editor : Redaksi