Jakarta(JatimUpdate.id)-Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa anggota Polri melakukan pungutan liar (pungli), karena harus setor ke atasanya.
“Kita-kita yang atasan-atasan ini juga harus mengurangi hal-hal dan menghilangkan hal-hal yang membuat anggota kemudian memiliki alasan untuk melakukan pungli, karena alasannya untuk melakukan setoran ke atasan. Ini tolong ditiadakan,” tegas Kapolri di akun Instagram resminya, @listyosigitprabowo pada Senin (24/10/2022).
Baca juga: Kapolri dan Ketum PWI Heningkan Cipta untuk Korban Bencana di Sumatera
Menurut Sigit, Asisten SDM Mabes Polri Irjen Pol Wahyu Widada juga melakukan agar tidak ada tindakan terkait pungli untuk masuk sekolah polisi ataupun naik jabatan.
Baca juga: Kick Off HPN 2026 di Banten, PWI Ajak Negara Hadir Jaga Kesehatan Ekosistem Media
Untuk itu, Sigit meminta pihak yang mencatut namanya untuk pungli jabatan atau masuk sekolah Polri agar ditangkap. “Ini sudah saya cek di Mabes tidak ada seperti itu, termasuk juga kalau ada yang bawa-bawa nama saya tolong tangkap, laporkan,” tegas dia.
Ia juga mengimbau agar jajaran Polda hingga Polres meniadakan potensi pungli jabatan. Mantan Kapolda Banten itu mengingatkan, agar petinggi Polri memberikan penilaian yang objektif terhadap terkait prestasi anggota, kemudian mengusulkan mereka naik jabatan. “Tolong di Polda, di Polres lakukan hal yang sama, tidak ada untuk menempatkan jabatan harus bayar, tidak ada untuk supaya seseorang untuk sekolah harus bayar. Hilangkan hal-hal yang seperti itu,” tuturnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Saksikan Langsung Pemusnahan 214,84 ton Narkoba
Sekali lagi, nama-nama polisi yang mendapatkan jabatan atau sekolah dengan cara 'setoran' akan dibatalkan promosinya. Hal ini dilakukan, lanjut Sigit, agar Polri menjadi lebih baik. "Jadi kalau saya dengar misalnya, rekan-rekan mungkin karena langsung nggak bisa, terus lewat orang kemudian bayar, saya coret. Saya batalkan karena ini terkait dengan komitmen kita ke depan untuk bisa menjadi lebih baik," tutur dia.
Lebih lanjut, Sigit juga meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan pengawasan ketat. Ia memastikan, setiap pihak yang terlibat melakukan pungli akan dicopot. “Itu saya minta propam betul-betul awasi, saya masih mendengar hal-hal seperti itu, kalau masih ada saya turunkan Propam langsung saya copot. Tolong ini menjadi perhatian,” tegasnya. (YY)
Editor : Redaksi