Telah menjadi rahasia purba. Bahwa manusia yang memiliki bausastra akan selalu tampil anggun, elegan, dan dapat membawa suasana hari selalu tampak indah serta bahagia. Manusia dapat memiliki bausastra, kerena ia memilih melakukanya, ia sekolah, ia mau diproses, dan beyond dari semuanya ia mau membayar maharnya.
Tidak dielakkan lagi manusia yang mau bersusah payah mereguk bausastra dengan tekun, mempelajarinya dengan penuh kesadaran, menjadikan dirinya seorang yang memiliki Bimantara di dalam hidupnya. Hidup dan kehidupan ini akan melayaninya seturut selaras kehendaknya yang murni. Manusia-manusia yang tercerahkan dan sadar akan dirinya sendiri.
Baca juga: Berangkat Bekerja Mengajar: Sembari Menulis Melukis Alam Sore Ini
Peradaban akan selalu mengajari kita semua, bahwa di sanalah akan lahir para manusia Nararya yang sadar harus mengambil jalan yang mana, sesaat fenomena keseharian yang terjadi pada kehidupan yang tengah berlangsung dalam peradaban yang tengah berjalan dengan dirinya. Mundur, diam dan cuek, atau turun, untuk tampil membaur serta melebur dengan peristiwa nya lalu berbekal kemampuan sumber daya yang dimilikinya, ia persembahkan sesuatu. Pilihan benar-benar ditangan diri sendiri!
Satya di dalam hidup ini. Selalu memotivasi jalan baru yang ingin ditempuhnya. Dan itulah sebuah hidup yang benar-benar layak untuk diperjuangkan.
Agar di alam sunyaruri yang bening, hening, penuh langgam Gending. Sebuah Paramita hidup nan hakiki, mampu dirasakan di atas bumi ini. Dan ada kelegaan yang sedemikian hangat, dan seyogianya itu harus dinyatakan.
Agar Sumanohara Ratri bukan ilusi. Dan malam-malam nan panjang agar tetap panjang, tidak harus cepat berganti pagi.
Baca juga: Manusia Dilahirkan untuk Berkontribusi, Bukan Mengeluh
Dan akhirnya pagi itu datang jua. Kembali ke pasar dan antar istri lagi.
Lalu sepenggal aksara ini, dipahat di warung kopi, sambil menanti datangnya sang pendengar setia, bawa keranjang sayur-mayur nya.
Di dalam hidupnya seorang manusia akan mengalami serta belajar sekuat tenaga untuk sampai kepada level seorang Wibisana.
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Sekian.
AAS, 20 Agustus 2023
Warkop Pasar Pahing Rungkut Surabaya
Editor : Yuris. T. Hidayat