Surabaya,JatimUpdate.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Fatkur Rohman menilai, padat karya merupakan program yang sangat bagus. Namun butuh roadmap yang jelas agar menjadi ikon Pemkot Surabaya.
Fatkur menjelaskan, roadmap itu harus menjadi kajian Litbang maupun Bapeda, agar semangat padat karya tidak cuma bertumpu pada lurah maupun camat, dalam menyalurkan keluarga miskin (gamis) untuk mendapatkan pekerjaan.
Baca juga: Kompak Warga Tolak Mutasi Lurah Tambak Wedi, Desak Eri Cahyadi Kembalikan Jabatan
"Kami ingin roadmap pengentasan kemiskinan dan pengangguran itu seperti apa?" kata Fatkur, Rabu (20/9).
Sebab, dengan roadmap yang bagus legislator PKS itu meyakini, program padat karya menguntungkan bagi gamis, utamanya dalam mengangkat taraf hidup mereka.
Baca juga: SiLPA Tembus Rp516 Miliar, DPRD Surabaya Soroti Rendahnya Serapan Anggaran
Misalnya, gamis itu sebelum diterjunkan ke dunia usaha, diedukasi terlebih dahulu, melalui mapping, kelasterisasi, inkubasi dalam jangka 3 bulan. Sampai standarisasinya bagus.
"Ketika gamis dilepas ke dunia usaha, mereka betul-betul siap, bukan mentahan (tidak punya bekal). Jadi harus diedukasi lebih dulu." ujarnya.
Baca juga: Fraksi Gerindra Sorot Pendapatan dan Serapan APBD 2025, Minta Pemkot Surabaya Beri Penjelasan
Sekali lagi Fatkur menegaskan, roadmap pengentasan pengangguran dan kemiskinan harus dikaji oleh Bapeda maupun Litbang agar berbasis sistem.
"Sehingga siapapun nanti Bapeda nya lurah maupn camat nya, sistem itu tetap berjalan." demikian Fatkur Rohman. (roy)
Editor : Ibrahim