Mindset Awal Seorang Entrepreneur

jatimupdate.id

Saat terlintas di kepala ingin menulis judul tulisan di atas, adalah sebagai media mengingatkan diri penulis sendiri aslinya.

Apa saja mindset atau pola pikiran positif dan benar seturut versi penulis yang harus tetap dirawat, ditumbuhkan, lalu menjadi semacam baju yang dikenakan saban hari. Sebagai cara mengelola pola pikir yang baik ini.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Mari kita lanjutkan membacanya gaess.

Entrepreneur (pengusaha) merupakan seseorang yang melakukan kegiatan wirausaha yang mampu memasarkan, mengembangkan, serta mengatur jalannya usaha itu agar dapat bertahan lama, dan terus mampu mengeluarkan ide-ide terbaru seturut perkembangan jaman. Itu definisi sederhana dari penulis.

Namun begitu penulis juga perlu mengutip definisi versi ahli. Di antaranya apa yang disampaikan oleh Peter F. Drucker, beliau mengatakan bahwa entrepreneur: adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda bahasa kerennya abilyti to create the new and different. Dan definisi kedua dari ahli yang penulis begitu tertarik perihal definisi entrepreneur adalah apa yang disampaikan oleh Thomas W. Zimerer, dia mengatakan entrepreneur adalah penerapan kreativitas dan ke-inovasi-an untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap harinya.

Di grup WhatsApp dimana penulis juga menjadi anggota di dalamnya. Seorang prof dari UB, tengah konsen untuk menggunakan lahan tidak terawat bekas ditambang, dengan kesadaran diri serta pemahaman ilmu yang dimilikinya, profesor dari pertanian tersebut, mengembalikan tanah nya menjadi lahan produktif yang bisa ditanami kembali. Dan tentu saja banyak inovasi dan pikiran kreatif terlibat di situ. Dan menurut penulis aplikasi mental seorang entrepreneur ditunjukkan dengan jelas oleh perilaku Profesor dari kampus UB Malang tersebut. Itu satu contoh saja.

Contoh lain boleh jadi pada diri penulis sendiri. Tidak bermaksud narsis apalagi flexing . Selalu mengajak anak didiknya di dalam kelas di kampus ITB Yadika Pasuruan, untuk segera aksi membuat lapak-lapak bisnis mereka, setelah materi kewirausahaan sudah didapatkan materinya di kelas. Penulis tidak sekadar mengajak juga harus turun langsung memberi contoh kepada anak didiknya. Ini sebuah contoh kedua nya ya, hehehe.

Lanjutkan membacanya ya pembaca yang budiman.

Menjadi seorang entrepreneur wajib menjaga dan mengatur pola pikirnya atau mindset. Mindset di sini adalah pola pemikiran seorang entrepreneur terhadap sikap yang harus dimilikinya dalam berinovasi menghasilkan sebuah tindakan. Catat ya note besarnya adalah tindakan, sehebat apapun dan sebagus apapun inovasi nya nir aksi nyata, ini tidak benar tentunya. Mindset adalah hal penting bagi seorang entrepreneur yang harus ditanamkan sejak dini agar dapat membuatnya sukses.

Menjadi seorang dosen juga hukumnya wajib memiliki mindset seorang entrepreneur, upps. Ini warning juga alarm bagi penulis sih, kalau Anda sependapat mari kita berkolaborasi untuk maked lapak bisnis bersama sebagai sesama tenaga pendidik, buat Chanel YouTube bareng misalnya, atau buat buku bareng juga bagus, kenapa tidak, hehehe!

Jadi ingat fenomena semalam saat pulang dari ngajar di Kampus ITB. Penulis saat pulang bertemu mantan mahasiswa namanya Tamaji.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Dahulu, ia adalah mahasiswa penulis yang terus dimotivasi untuk up usahanya dalam membuat sepatu kulitnya oleh penulis. Dan tidak ada yang kebetulan kini ia sudah sukses dan tawari mister AAS buat menjadi distributor atau semacam agen dari produknya di Surabaya. Ini namanya keren, dahulu penulis mengajari dan memotivasi dia, semalam sebaliknya yang terjadi. Dan itu peluang yang bisa hasilkan cuan, siapa takut. Dalam waktu dekat kami ingin ngopi bareng buat bicarakan lebih serius kelanjutan obrolan semalam!

Kembali ke laptop ya pembahasan nya. Sebenarnya mindset seorang entrepreneur itu apa saja sih, yang benar-benar kudu dimiliki, dirawat, sehingga menjadi sebuah karakter dan habit yang bajik.
Di antaranya adalah:

A. Berpikir positif, berpikir positif bagi penulis adalah sebuah perilaku yang dapat membentuk kepercayaan kepada diri sendiri, untuk membangun sebuah motivasi agar selalu terus berkembang.

B. Bertanggung jawab. Bertanggung jawab terhadap semua keputusan yang diambil, di mana seorang entrepreneur memiliki kesempatan untuk membuat inovasi baru yang berguna untuk memajukan lapak usahanya.

C. Mulai sekarang. Yang ketiga ini paling genting juga penting dilakukan. Semua hal baik yang sudah dipahami tentang mindset sebagai seorang entrepreneur, akan terasa muspro apabila tidak memiliki keberanian diri untuk memulai, dan waktu memulai yang paling efektif adalah sekarang! Sama juga dengan menulis sih, kapan waktu yang tepat untuk menulis? Ya, sekarang! Hehehe, saat hasrat menulis itu muncul seperti yang dialami mister AAS dengan tulisan yang dibuat ini.

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Menurut hemat penulis tiga mindset di atas, sudah cukup. Bahkan kalau mau jujur malah hanya satu saja yang wajib dimiliki, yaitu take action , lapaknya dibuka sekarang.

Berkenaan dengan hal-hal lainnya akan segera diselesaikan, dengan belajar lagi, tak kenal menyerah, miliki komitmen, dan selalu awas melihat peluang yang ada.

Sebenarnya tulisan ini, sekali lagi untuk mengingat kan penulis. Agar tetap selalu lapar untuk meraih kesuksesan di masa depan. Dengan menjaga, merawat, dan menumbuhkembangkan mindset entrepreneur ini. Dalam profesi utama penulis sebagai pendidik.

Demikian, semoga tulisan ini bisa bermanfaat, terima kasih.


AAS, 21 September 2023
Taman Bungkul Surabaya

Editor : Nasirudin

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru