Ketika Aku Menulis Berarti Aku Masih Ada Dan Hidup

jatimupdate.id
Mas AAS

Terasa rada lebay atau sedikit maksa judul tulisan di atas. Tapi faktanya memanglah demikian.

Sepertinya dalam dua hari ini, hidup penulis seakan sunyi, diri merasa tak ada faedahnya, karena tidak ada sebuah tulisan yang dibuat: entah esai, opini, atau hanya sekadar cerita, merajut puzzle yang ada di dalam pikiran, menjadi sebuah tulisan!

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Sebuah kebiasaan yang dilakukan dalam waktu yang lama telah menjadi sesuatu yang adiktif sifatnya. Juga perihal menulis.

Boleh jadi habit menulis ini, menjadi sebuah kelebihan yang hari ini selalu saja penulis rawat. Cara merawatnya melalui banyak hal: membaca buku, membaca manuskrip, membaca kehidupan, bahkan membaca tingkah laku kehidupan dari semua penghuni dari semesta ini; bisa pepohonan dengan dahan, ranting, serta dedaunan yang menghijau, dan polahnya si anabul (kucing) kesayangan yang berada di rumah. Semua itu cara penulis memelihara hasrat menulis agar tidak cepat padam, lalu menghilang, hanya menjadi sebuah nostalgia saja!

Contohnya saja saat tema tulisan ini dibuat: "Ketika aku menulis maka aku ada dan hidup". Meski terkesan meniru apa yang disampaikan oleh Rene Descartes seorang filsuf dari Perancis: Cogito Ergo Sum yang artinya "Aku berpikir maka aku ada".

Puluhan, ratusan, bahkan ribuan pikiran yang berkeliaran di dalam otak setiap harinya, dapat memantik ruang berpikir bagi penulis, saat pikiran itu tidak diturunkan menjadi sebuah larikan aksara yang bisa dibesut menjadi sebuah tulisan. Membuat hidup penulis menjadi terasa hampa, kosong, serasa tak memiliki dampak dalam hidup ini!

Hanya sekadar layaknya mayat hidup yang berjalan di dunia saja.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Bukankah sebuah alasan untuk hidup sangat dibutuhkan oleh seorang manusia. Bisa jadi bisa menulis sesuatu dan menyebarkan pemikiran serta pendapat penulis tentang sebuah fenomena keseharian yang dialami oleh penulis, adalah sebuah alasan yang real sehingga setiap bangun pagi dari tidurnya semalam, penulis ada semangat untuk melanjutkan kehidupan pada hari tersebut!

Tahu sendiri kan Anda? Motivasi hidup itu tidak akan bertahan kuat bila didapatkan dari orang lain, faktor eksternal. Ia akan abadi dan tahan banting, bila motif itu datangnya dari dalam, internal dirinya sendiri.

Sebagai penutup kisah dari cerita hari ini, ada baiknya penulis mengutip ulang apa yang disampaikan Penulis dunia Maya Angelou sebagai berikut: "Tidak ada penderitaan yang lebih besar daripada membawa cerita yang tak terkatakan di dalam dirimu!"

Sepertinya kegundahan yang penulis alami saat tidak mengatakan sebuah cerita yang dialaminya, diaminkan oleh Bunda Maya Angelou di atas!

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Dan hidup penulis semakin semarak pagi ini, saat mampu menulis tulisan ini, dan menyebarkannya kepada Anda.

Begitu saja, salam sukses teruntuk Anda semuanya.


AAS, 29 September 2023
Kota pahlawan Surabaya

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru