Menjadi Manusia Pembelajar

jatimupdate.id
Mas AAS

"Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci. Yakni, seorang atau sosok pendidik yang peduli dengan peradaban dunia!"

Mengajar esensinya juga belajar, pun menguji juga di uji. Begitu pula dalam konteks menguji skripsi.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Semalam di kampus tercinta dimana penulis mengabdi di ITB Yadika Pasuruan.

Sebuah atmosfir mengajar dan belajar, menguji dan diuji terjadi kembali pada diri penulis pun juga pada diri si mahasiswa.

Seperti mengalami sebuah Dejavu. Di mana momen seperti ujian skripsi ini dahulu juga penulis alami. Lalu, sebelum ujian itu dimulai, dalam diri penulis mencoba memanggil ingatan nya: sebetulnya sebagai mahasiswa yang diuji, berharap si dosen penguji melakukan apa, bersikap bagaimana.

Bagaimana diriku sebagai mahasiswa yang diuji dalam hal ini penulis, benar-benar bisa merasa bebas, tidak takut salah, dan mudah menjawab dalam ujian tersebut. Nah, itu harapan penulis saat itu!

Dan tentu saja harapan yang sama juga tentunya diinginkan oleh si Aji, nama mahasiswa tersebut, yang di uji skripsi nya semalam!

Dan secara auto, penulis bersikap demikian. Tidak hanya pada tampilan gesture saat menguji, namun sejak di dalam pikiran, dan juga di dalam hati ini, penulis sudah memposisikan diri sebagai teman si Aji, bukan sebagai penguji. Agar getaran itu sampai di mahasiswa nya, dan ada kesamaan frekuensi di antara kami berdua.

Dan sepertinya mestakung terjadi. Si Aji dapat memposisikan dirinya sendiri senyaman mungkin dalam ujian itu. Dan dirinya benar-benar bisa menyampaikan bagaimana menjawab dengan baik hipotesis penelitian yang sudah dibuatnya.
Meski dalam capture gambar photo diri tampak serius wajah penulis. Namun, itu kesalahan saat ambil gambar nya saja hehehe.

Pertanyaan-pertanyaan teknis seputar penelitian yang dilakukan, serta alat dan metode dia dalam melakukan penelitian, hingga kemudian menyajikan hasil penelitian nya dalam sebuah penjelasan yang sederhana, yang kami bertiga sebagai tim penguji sama-sama saling mengiyakan penjelasan yang disampaikan si mahasiswa tersebut.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Saat purna ujian, diri penulis. Seperti telah melakukan balas dendam terbaik. Di mana mahasiswa akhir dari kampus ITB Yadika Pasuruan ini, benar-benar menjadi dirinya dalam versi yang terbaik, saat menjalani ujian skripsi nya!

Perihal nilai, tentu pembaca sudah dapat menduganya bukan? Sesuai yang diharapkan si mahasiswa, dan setelah mendiskusikan juga dengan tim penguji lainnya.

"Aji, selamat dan sukses ya, sudah menyelesaikan ujian skripsinya."

"Terima kasih pak Andi."

Sempurna sudah semalam, saat penulis sudah mengantarkan si Aji untuk bisa meraih masa depan hidup nya yang gemilang di kemudian hari.

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Mengantarkan Aji untuk menyelesaikan skripsinya tepat waktu, dan kemudian hasilnya bagus dan lulus tentunya.

Terkadang memang ada benarnya, kadang keberhasilan itu hakikat dan faktanya sudah berada di depan mata. Saat pikiran dan hati ingin menyerah. "Yang penting dikerjakan skripsi nya nanti kan selesai, indah juga pada akhirnya!" Bukan begitu Aji? "Iya pak Andi!"

Aslinya tulisan ini adalah buat penulis sendiri sebagai pengingat saat pernah menjalani proses yang sama.

Alhamdulillah ya Allah.


AAS, 30 September 2023
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru