Tiba di rumah Rungkut Surabaya, tepat pukul 10:17 WIB malam. Sehabis bekerja mengabdi pada kehidupan dari kampus ITB Yadika Pasuruan.
Sesaat scroll kiriman tulisan, meme, dan sebuah prasasti tentang seorang sosok di Leiden university. Di unggah oleh kolega saat beliau sedang berada di kampus tersebut.
Baca juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
Ditambah sebuah ungkapan tulisan di grup WhatsApp: "Pangeran Ario Hoesein Djajadiningrat" adalah mahasiswa pertama dari Indonesia yang meraih gelar PhD di negeri Kincir Angin tersebut.
Sebetulnya penulis hendak ingin segera memberi ruang untuk raga ini segera melepas penat di peraduan. Tapi hasrat memahat untuk memberikan sekadar dorongan bagi sosok Intelektual Muda dari UB yang sedang "tour of duty" akademiknya tidak sekadar mendapat kan kesempatan dan kesenangan ragawi semata.
Setidaknya harapan dari penulis kepada tokoh muda UB itu, mampu mengambil spirit yang menyala untuk berbuat hal besar setidaknya bagi almamater UB khususnya dan Indonesia pada umumnya!
Sambil sedikit curcol, saat sang kolega itu menimpali obrolan penulis di grup WhatsApp "Ia sangat lijen di sini Cak!"
Dan secara auto penulis meminta sang tokoh intelektual muda dari UB itu berdoa di tempat istimewa di Leiden university tersebut. Sambil penulis bilang bahwa di "Nusantara ini banyak sosok yang diakui oleh dunia, tidak saja di Leiden Belanda," kitanya saja sebagai generasi muda tidak PD (percaya diri) untuk mengakuinya, dan begitu puas dinisbatkan menjadi bangsa kelas dua oleh orang luar! Tugas Andalah sebagai intelektual muda, usai kelar tugasnya di situ pulang ke Tanah Air, mampu berbuat sesuatu yang berimpak besar bagi UB khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Baca juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan
Ya, sebenarnya tulisan sedikit maksa di tengah kedua mata yang sudah lengket sekali segera ingin bobok, untuk mendobrak ruang zona nyaman dalam diri pribadi penulis. Agar bisa berbuat lebih banyak dan lebih berarti lagi.
Kita tidak bisa berharap terlalu banyak kepada orang lain. Diri kita sendiri lah yang terus kita benahi, dan perbaiki! Setidaknya perbaikan dari rasa inferior dari orang dan bangsa luar!
"Kita ini bangsa besar Bung S, begitu ajak penulis kepada intelektual muda dari UB tersebut! Masak hanya mampu memahat prestasi kelas lokal saja, mending Anda jadi dosen swasta saja, gantikan saya, upps!"
Penulis berharap, intelektual muda itu, mampu beringsut dan berani keluar dari ruang ZONA NYAMAN agar bisa mencetak sebuah karya yang berdampak nasional bagi negeri tercinta! Resiko kali ini ada di dia bukan penulis.
Baca juga: Zulhas Jadi Keynote Speaker, LHKP PWM Jatim Tegaskan Politik Kebangsaan sebagai Kontrol Demokrasi
Kayaknya penulis akan tidur nyenyak malam ini, gantian intelektual muda itu yang susah untuk tidur pada malam atau siang, entah di waktu zona Leiden Belanda sekarang!
Alhamdulillah..
AAS, 15 November 2023
Ruang Inspirasi Rumah Rungkut Surabaya
Editor : Nasirudin