Sembari menunggu rapat persiapan akreditasi kampus dimulai. Kedua mata ini sedari datang di kampus tadi pagi, sempat melirik sepertinya ada mantan mahasiswa dulunya.
Namun, ia membersamai anak-anak SMP yang sedang berolahraga. Dan di dalam benak pun bertanya," apa jangan-jangan si mantan mahasiswa itu telah menjadi seorang guru," selidik batin ini!
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Suasana pagi di kota santri Pasuruan, yang rada panas pagi ini, cukup terhibur saja saat melihat tongkrongan anak ganteng si mantan mahasiswa tersebut.
Ada semacam suasana trans sebentar mampir di dalam benak, ternyata membersamai nya sejak semester satu hingga kemudian lulus dan sekarang anaknya telah berprofesi menjadi pendidik juga, ada rasa bangga yang muncul secara auto saja. "Begini ta rasanya nikmat menjadi seorang pendidik itu?" Manakala bisa melihat anak didiknya sudah sukses juga, setidak nya melihat nya senang saat menjalani profesinya!
Dan tidak terasa, penulis pun memanggil wajah-wajah lama para guru penulis di sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, hingga bangku pendidikan tinggi. Untuk mengucap syukur kepada mereka! Alhamdulillah bisa menimba ilmu dan sekolah setinggi mungkin.
"Hai, Daniel, apa dirimu menjadi seorang Guru ya?"
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
"Iya, pak Andi! Menjadi guru olahraga"
Jelas sudah, memang mantan mahasiswa tersebut kini menjadi seorang pendidik.
Suguhan menu kehidupan pagi, yang sangat inspiratif bagi diri penulis. Setidaknya hidup seorang penulis benar-benar merasa ada artinya, justeru saat melihat si Daniel, bukan yang lainnya.
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
"Selamat dan sukses ya Daniel! Dan ditengah obrolan ia berpamitan untuk segera menemani anak didiknya berlatih olahraga dan bermain basket!"
Benar-benar so sweet.
AAS, 16 November 2023
Halaman Kampus ITB Yadika Pasuruan
Editor : Nasirudin