"Setiap saat semesta berbisik kepadamu!"
Bingung mau menulis apa, lalu mekanisme rutin yang biasa dilakukan penulis adalah bertanya kepada pikiran?
Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Aku mau menulis apa hari ini ya? Dan seketika otak itu memberi jawaban yang begitu banyaknya. Sebanyak informasi, pengetahuan, fenomena, dan beraneka kisah hidup yang pernah di mamah, dialami, dipelajari, dan telah menjadi sebongkah manuskrip yang tersimpan rapi di server pikiran!
Dan tetiba, ingin saja menari bersama semesta pada hari ini! Bukan menari bersama salah satu Paslon Capres lho ya! Sama sekali tidak, sedang mode on dengan diri sendiri saja. Dan menikmatinya dengan membuat sebuah tulisan ini, sebelum penulis makaryo ke kampus ITB YADIKA PASURUAN mengabdi pada kehidupan bertemu anak-anak muda di kelas kuliah.
Hidup ini benar-benar seru. Cerita yang dilalui oleh setiap orang, begitu lengkap selengkap bahan cerita yang bisa diunggah oleh seorang sutradara.
Dan sepertinya setiap orang fardu ain kudu merampungkan cerita hidup yang sudah tertulis dan kudu diperankan saat mampir ngombe di dunia ini. Menolak pun tidak bisa, bahkan mau ngeles pun bakalan terdeteksi.
Dan diharapkan setiap insan memiliki sedikit ruang sadar. Untuk mampu mengeja segurat makna di dalam etape perjalanan hidupnya, bukan?
Dan janganlah diri ini kita batasi, oleh segudang ketakutan. Di mana ketakutan itu acap kali menimbun resources potensi diri sedalam dalamnya tanpa mampu bisa tampil ke permukaan.
Dalam cerita tutur yang sering kita dengar, kita baca, kita lihat. Setiap individu benar-benar diharapkan oleh semesta menyadari potensi besar yang tidur sedemikian lamanya. Untuk dibangunkan lalu dengan hati yang bahagia, mampu mengukir kisah epik yang bermanfaat bagi orang banyak di dalam hidupnya.
Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Apabila itu bisa terjadi maka: "Menari bersama semesta" adalah sebuah keniscayaan yang dialami manusia. Untuk bisa melakukannya, kadangkala seseorang mengalami jalan hidup yang berliku, trauma, dan kerikil luka batin yang menganga besar, sehingga ia sebagai pribadi alami handicap hidup yang sedemikian besarnya. Bukan orang lain yang bisa sembuhkan itu semua. Hanya self love untuk mampu sadar mencintai dan menyakini dirinya sendiri adalah cara efektif juga efisien untuk bisa beyond dari persoalan di atas.
Dan kabar baiknya perjalanan untuk menemukan dan menyadari hal yang demikian, selalu saja asyik dan indah kisahnya. Dan note nya harus mau menerimanya. Memberontak apalagi mengingkari justeru semakin akan terjerembab seseorang ke dasar jurang mengasihani serta sikap mellow tak berkesudahan. Energi, vibrasi, serta frekuensi tampilan orang tersebut menjadi kurang asyik akhirnya.
Menari bersama semesta. Adalah kerja-kerja riil yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang telah bisa mencintai dirinya sendiri dengan sepenuh hati juga jiwanya. Tanpa itu bisa jadi diri kita pun tak akan mampu untuk mencintai apalagi mampu membahagiakan manusia lainya.
Dan tugas seseorang pemimpin, di berbagai aspek juga level struktur organisasi tentunya selalu mengenakan baju hidup yang demikian.
Agar manusia yang dipimpinnya senang, semesta pun turut bahagia menyaksikan lakon hidup yang demikian.
Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Dan semarak lah wajah dunia sehari-hari.
Jadi tugas sejati manusia sejatinya untuk terus bisa menari bersama semesta setiap waktu. Dan berhubungan intim bersamaNya dalam setiap detik dalam tarikan nafas di hidup ini adalah sebuah kesadaran agung yang bisa dilakukan oleh manusia, meski dirinya sedang berada atau berkumpul di antara puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan kerumunan manusia.
Mari kita bersama-sama menari dalam orkestra semesta yang syahdu pada hari ini. Alhamdulillah..
AAS, 28 Desember 2023
Emper Rumah Rungkut Surabaya
Editor : Nasirudin