Yogyakarta, JatimUPdate.id,- Suasana syahdu menghiasi Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta ketika Patih Yudhonegoro menggubah syair pujian cinta kepada Baginda Rasulullah, disertai pembacaan naskah era Sultan Hamengkubuwono I oleh RM. Madha Soentoro dengan lirik Damar Dorojatun dalam kegiatan Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI), Minggu (5/5/2024).
Rakornas ke-VI LESBUMI NU dihadiri oleh 300 perwakilan dari berbagai daerah dan luar negeri, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gus Yahya, Gus Ipul, dan Ning Alissa Wahid.
Baca juga: Ketua PDM Malang Sampaikan Tausyiah Refleksi Persatuan Muhammadiyah dan NU
Dalam sambutannya, DR. IR. H. Teguh Haryono dari Gerakan Daulat Budaya Nusantara mengungkapkan kekagumannya terhadap kolaborasi sholawat emprak dan seni tradisional Nusantara yang mengiringi acara.
Kyai Jadul Maula, Ketua Lesbumi NU, menegaskan pentingnya sinergi antara agama dan kebudayaan, serta merumuskan kebijakan-kebijakan terkait ekologi dalam Rakornas.
“Di kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Lesbumi dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang hadir, saya juga sampaikan matur nuwun kepada Pak Teguh Haryono, Gus Benny Zakaria dan Kyai Paox Iben dari perwakilan Daulat Budaya Nusantara yang sudah bersinergi dalam kegiatan Kenduri Budaya di 99 titik lokasi. Kedepan kita bulatkan lagi agenda ini dalam bentuk Lesbumi TV” jelas Kyai Jadul Maula.
Acara dibuka oleh Gus Yahya, Ketua PBNU, dengan mengingatkan pentingnya mempertahankan Ahlusunnah wal Jama’ah sebagai landasan perumusan kebijakan.
Baca juga: Harlah ke 55, PC LTM NU Kabupaten Malang Agendakan Beberapa Kegiatan
Performing art kontemporer yang dipertunjukkan oleh seniman NU menambah semarak acara, dengan lukisan dan gerak teatrikal yang menggambarkan perjalanan sebuah perahu melintasi samudera, gunung, dan kepulauan Nusantara.
"Gerakan Daulat Budaya Nusantara bersama Lesbumi siap mendukung perumusan kebijakan kebudayaan Nusantara," tambah DR. IR. H. Teguh Haryono.
Rakornas ke-VI LESBUMI NU berlangsung selama empat hari hingga 8 Mei 2024, memperdalam isu-isu kebudayaan dan ekologi, dengan semangat mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman.(MS)
Baca juga: MWCNU Simokerto Buka Posko Konsumsi Gratis Sambut Napak Tilas Satu Abad NU
Editor : Nasirudin