Surabaya, JatimUPdate.id - Legislator Partai NasDem mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti pengaduan masyarakat Surabaya yang disampaikan kepada lembaga anti rasuah tersebut.
"Nah itu kami minta KPK untuk mem-follow up, menindak lanjuti semua laporan masyarakat tersebut." kata Imam saat dikonfirmasi, Rabu (19/6).
Baca juga: Pembangunan yang Membawa Maut
Imam menegaskan, banyaknya pengaduan tersebut, mencerminkan masyarakat mulai berani melaporkan temuan yang berpotensi terjadinya korupsi.
"Tapi saya mau lihat dari sisi apresiasi kepada masyarakat yang udah mengadu ke KPK. Masyarakat memang harus berani mengadukan dugaan adanya korupsi di kota surabaya," tambah Imam.
Imam menambahkan, bila pengaduan masyarakat terkait kinerja pemkot surabaya, menurutnya itu sangat ironis.
Baca juga: PMII Surabaya Desak Pemkot Audit dan Evaluasi Program Penanganan Banjir
Pasalnya beber anggota Komisi A DPRD Surabaya tersebut, Kota Pahlawan telah menerima penghargaan dari KPK dengan nilai MPC tinggi diangka 97.
"Karena baru-baru ini dapat penghargaan sebagai pemda yg tingkat pencegahan korupsinya paling baik, tertinggi di jatim, tapi sekarang kok pengaduaanya paling banyak," cetusnya.
Baca juga: Pakar Hukum Minta Pemkot Surabaya Selektif Pilih Kontraktor, Cegah Proyek Berujung Gugatan Warga
Sebagai informasi: Kota Surabaya menjadi kota tertinggi dalam data pengaduan masyarakat di Jawa Timur imur yang dirangkum oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KP) tahun 2020-2024. Tercatat sebanyak 343 laporan dan aduan dari masyarakat.
Angka tersebut menjadikan kota Surabaya menjadi wilayah tertinggi di Jawa Timur (Jatim), kemudian disusul kota Malang diangka 61. (roy)
Editor : Miftahul Rachman