Ari Sutrisno: Prestasi Bambang Patijaya Buktikan Kaderisasi Golkar Serius

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Bambang Patijaya (kanan)
Bambang Patijaya (kanan)

Jakarta, JatimUPdate.id – Penghargaan yang diraih Bambang Patijaya sebagai salah satu peserta terbaik Training of Trainer (ToT) Akademi Partai Golkar 2026 dinilai menjadi bukti bahwa proses kaderisasi partai semakin menekankan kapasitas dan kualitas kader.

Politisi muda Partai Golkar sekaligus mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia, Ari Sutrisno, mengatakan capaian Bambang Patijaya patut diapresiasi karena diraih di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.

“Selamat kepada Bapak Bambang Patijaya atas penghargaan sebagai salah satu peserta terbaik ToT Akademi Partai Golkar 2026. Ini pencapaian yang membanggakan di tengah kesibukan tugas kedewanan,” ujar Ari, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ari, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kader Partai Golkar tidak boleh berhenti belajar meskipun telah memiliki pengalaman panjang dalam politik maupun pemerintahan.

Ia menilai, posisi Bambang sebagai anggota Komisi XII DPR RI justru membuat capaian tersebut semakin penting. Sebab, tugas legislasi di bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, serta investasi membutuhkan kapasitas yang terus diperbarui.

“Predikat peserta terbaik memperkuat rekam jejak beliau. Ada konsistensi antara kapasitas legislasi di Komisi XII dengan loyalitas dan militansi sebagai kader partai,” katanya.

Ari menilai proses ToT Akademi Partai Golkar juga menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pembinaan kader. Menurutnya, kaderisasi tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan menjadi ruang untuk mengukur kompetensi, pemahaman, dan kesiapan kader dalam menjalankan tugas politik.

Karena itu, capaian Bambang dinilai dapat menjadi pesan penting bagi kader-kader muda Partai Golkar. Karier politik, kata Ari, harus dibangun bersamaan dengan peningkatan kapasitas dan kemauan untuk terus belajar.

“Ini bisa menjadi contoh konkret bagi kader muda bahwa jenjang karier politik tetap harus dibarengi proses belajar yang serius,” tegasnya.

Ari juga mengaitkan capaian tersebut dengan kebijakan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menempatkan kualitas sebagai salah satu standar penting dalam proses kaderisasi melalui Akademi Partai Golkar.

Menurutnya, standar kelulusan yang ketat justru diperlukan untuk memastikan kader yang nantinya tampil di ruang publik memiliki kompetensi dan kesiapan yang memadai.

“Sejalan dengan arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, standar kelulusan ToT memang harus ketat. Tidak ada yang instan dalam proses membangun kader yang berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap sistem kaderisasi yang semakin kuat dapat memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar sekaligus mempersiapkan kader menghadapi tantangan politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.

Ari pun berharap penghargaan yang diterima Bambang Patijaya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk menjadikan pembelajaran dan pengembangan kapasitas sebagai bagian penting dari perjalanan politik.

“Semoga capaian Pak Bambang Patijaya menginspirasi kader lainnya dan semakin memperkuat kaderisasi Golkar menuju konsolidasi Pemilu 2029,” pungkasnya (*)