Jakarta, Jatimupdate.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Gus Dur menggelar demonstrasi di depan Kantor PBNU pada Jumat (2/8). Mereka menuntut pengunduran diri Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf.
Dalam aksi tersebut, Koordinator Umum Aliansi Santri Gus Dur, Muhamad Sholihin, berusaha menerobos barikade polisi yang menghalangi jalan menuju kantor PBNU.
Baca juga: Gus Yahya Ungkap Rasa Syukur Usai Bersilaturahmi dengan Rais Aam di Surabaya
Terjadi aksi dorong-mendorong antara massa dan aparat keamanan. Selain polisi, sejumlah anggota Banser juga terlihat berjaga di lokasi.
Sholihin mengkritik tindakan Gus Yahya yang dinilainya kontraproduktif dan melanggar hasil Muktamar Lampung.
Ia juga menilai Gus Yahya terlibat dalam urusan politik dengan membentuk tim untuk meneliti hubungan NU dan PKB, yang dianggapnya melanggar prinsip non-politik praktis.
Baca juga: Soal Polemik di Tubuh PBNU, Gus Yahya Sampaikan Klarifikasi di Hadapan Mustasyar dan Kyai Sepuh
Sholihin menambahkan bahwa Gus Yahya juga tidak menunjukkan keteladanan dengan memecat kader PBNU yang pergi ke Israel, sementara dirinya sendiri tidak terkena sanksi.
Massa juga mendesak PBNU untuk mendukung Panitia Khusus (Pansus) Haji yang dibentuk oleh DPR RI.
Baca juga: Tokoh Muda NU Dukung Kolaborasi SPBU Swasta dan Pertamina
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Barikade Gus Dur, Pasang Haro Rajagukguk, menegaskan bahwa aksi tersebut tidak terkait dengan Konsorsium Kader Gus Dur (KKGD) dan memperingatkan bahwa penggunaan nama Gus Dur harus mendapatkan izin dari pihak yang berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PBNU belum memberikan tanggapan resmi mengenai aksi tersebut.
Editor : Yuyung CY