Merasa Dilecehkan, Kader Golkar Jember Minta Agar Rekom Fawait Joko Direvisi

Reporter : Miftahul Rachman
Keterangan Gambar: Kader Partai Golkar Kabupaten Jember

Jember, JatimUPdate.id - Merasa dilecehkan, Kader Partai Golkar Kabupaten Jember akan datangi DPP Partai Golkar, untuk meminta agar surat Rekomendasi Paslon Bacabup dan Bacawabup Muhammad Fawait dan Djoko Susanto direvisi.

Terlebih surat rekomendasi itu sudah beredar diruang publik, melalui media sosial, sementara pihak DPD Partai Golkar Kabupaten Jember mengaku sama sekali belum menerima secara sah.

Baca juga: Memutus Rantai Kemiskinan, Bupati Jember Geber Program Beasiswa

Secara organisatoris, menurut Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi Partai Golkar Jember Nanang Sugianto SE, beredarnya surat rekomendasi itu tidak lazim di Partai Golkar. 

"Partai Golkar adalah partai partai yang sudah matang dalam organisasi, beredarnya Surat Rekomendasi itu justru kami pertanyakan ke absahannya," katanya.

Karena dengan beredarnya Surat Rekomendasi itu, maka ada indikasi kesengajaan pihak tertentu yang ingin mengacaukan Partai Golkar Jember.

"Tentu saja, sebagai kader Golkar, kami senantiasa menanamkan soliditas, agar semua kader Golkar patuh pada peraturan organisasi," ujarnya.

Nanggi mengaku sudah cross check ke bagian sekretariatan Partai Golkar Kabupaten Jember, mempertanyakan apakah sudah menerima Surat Rekomendasi untuk pasangan Fawait-Joko atau belum.

"Hingga sekarang (Minggu, 11/08/2024), tidak ada surat yang secara resmi diterima," tandasnya.

Itulah alasannya, kata Nanggi mengapa pada saat Konsolidasi Partai Golkar Kabupaten Jember bersama Fawait, yang berlangsung di Hotel Aston, Minggu (11/08/2024) beberapa pengurus Partai Golkar Jember tidak hadir.

"Bukan berarti kami tidak patuh pada perintah DPP, tetapi kami tidak ingin hanya menjadi mainan orang orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Apalagi, surat rekomendasi itu secara tiba - tiba sudah memasangkan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto, hingga seolah telah mengabaikan suara kader Partai Golkar Jember.

"Kalaupun benar rekomendasi itu memang dari DPP, mengapa tidak disosialisasikan terlebih dahulu, malah sudah beredar diruang publik," tegasnya.

Sebagai Pengurus Partai Golkar Kabupaten Jember, Nanggi merasa ada penyimpangan etika berpolitik yang dinilainya sudah semakin jauh dari garis Golkar.

Baca juga: 8.344 Non ASN Terima SK PPPK Paruh Waktu, Pesan Widarto: Jadilah Pelayan Masyarakat, Jangan Jadi Priyayi

"Untuk itu kami bersama kader Golkar Jember, akan segera ke Jakarta mempertanyakan kebenaran rekomendasi itu," ujarnya.

Kalaupun benar, maka Kader Partai Golkar Kabupaten Jember akan meminta agar DPP Partai Golkar segera merevisi.

"Jika rekomendasi sudah dikeluarkan tanpa mengindahkan etika dan norma berpolitik yang santun dan sehat, maka kelak jika jadi pimpinan daerah, kami khawatirkan akan terjadi hal serupa," ujarnya.

Selain itu, atas dasar memegang teguh amanah Rapat Pimpinan Partai Golkar Kabupaten Jember, yang mengusulkan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember H Karimullah Dahrujiadi untuk diusung sebagai Bakal Calon Kepala Daerah dan atau Wakil Kepala Daerah. 

"Kami sadar bahwa hasil rapim hanya sebagai usulan, segala keputusan ada ditangan DPP. Namun kami juga meminta agar aspirasi kader juga dipertimbangkan," tegasnya.

Melalui Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kabupaten Jember Nusdiansyah Rahman, menjelaskan bahwa hal yang pantas, ketika ada keinginan kuat agar Partai Golkar mengusung kadernya sendiri.

"Ini hak politik kami, yang syah kami perjuangkan," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Jember Lindungi 82 Ribu Pekerja Rentan, Salurkan Bantuan Pertanian Rp73,5 Miliar

Ji Karim (Sapaan akrab Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember), menurut Cak Nung (sapaan Nurdiansyah Rachman) telah menorehkan prestasi, yang seharusnya diapresiasi.

"Pada Pileg 2024, Ji Karim telah berhasil meningkatkan perolehan suara partai dari 75 ribu menjadi 126 ribu, dari dua kursi DPRD Jember menjadi 6 kursi," jelasnya.

Lonjakan prestasi itu, kata Cak Nung cukup pantas diapresiasi dengan memberikan Ji Karim kesempatan untuk maju dalam Pilkada 2024.

"Kami bersama kader Golkar Jember, akan mendatangi DPP, meminta kebijaksanaannya, agar bersedia merevisi Surat Rekomendasi yang sudah beredar untuk Fawait," tandasnya. 

Kalaupun ada wacana Barisan Muda Partai Golkar, dari beberapa daerah yang juga punya keinginan sama, mendatangi DPP Partai Golkar, menurut Cak Nung, hasratnya untuk bertandang ke DPP Partai Golkar tidak terpengaruh oleh gerakan apapun.

"Kehadiran kami sama sekali bukan karena ada pengaruh dari siapapun. Jauh hari kami memang ingin menghadap DPP, untuk menyampaikan aspirasi kader Golkar Jember," pungkasnya. (MR) 

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru