Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya AH Thony menekankan, petinggi Kebun Binatang Surabaya (KBS) ke depan harus memiliki totalitas dan mengerti manajemen konservasi dan membikin terobosan-terobosan baru.
Hal itu disampaikan Thony menyikapi berakhirnya kepemimpinan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, Khoirul Anwar
Baca juga: Pemkot Blokir Adminduk Mantan Suami Abai Nafkah, Komisi A: Langkah Tegas Beri Efek Jera
"Demikian juga dengan pemilihan badan pengawasnya, karena mereka bertugas melakukan pengawasan," kata Thony, kepada wartawan, Jumat (16/8).
Sebab beber dia, Bawas KBS juga harus memiliki pengetahuan standar ideal kebun binatang, baik sebagai lembaga konservasi maupun edukasi.
Thony meyakini, bila mereka tidak memahami hal ini tidak bisa melaksanakan fungsi pengawasan dengan baik, sebab menyangkut banyak nyawa satwa langka termasuk dampak bagi lingkungan sekitar
Baca juga: KTR di DPRD Surabaya, Dewan: Harus Bijak Sediakan Smoking Area
"Jangan sampai hanya karena memilih orang yang salah, generasi kita berikutnya tidak bisa melihat satwa langka lagi di Surabaya," tambahnya.
Pemerintah Kota, lanjut Thony, telah mengeluarkan biaya ratusan miliar untuk Kebun Binatang Surabaya.
Baca juga: Fraksi PKB Buka-bukaan Soal Strategi Raih 10 Kursi pada Pemilu Mendatang
Maka dari itu, dia meminta Pemkot tidak salah memilih karena ini investasi yang disertai dengan penyertaan modal.
"Itu adalah investasi, bukan untuk siapa-siapa. Itu harus dipahami sebagai penyertaan modal. Dengan fasilitas yang besar tersebut, kami meminta Pemkot untuk tidak memilih orang yang sembarangan," demikian AH Thony (Roy)
Editor : Miftahul Rachman