Lawan Bumbung Kosong, Debat Pilwali Surabaya Tetap Digelar dengan Konsep Berbeda 

Reporter : Ibrahim
Subairi, dok jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Surabaya Subairi mengatakan, debat Pilwali Surabaya tetap digelar dengan konsep yang berbeda meskipun calon petahana melawan bumbung kosong.

Ia menegaskan, Debat itu untuk memberikan kesempatan kepada publik menilai visi, misi, dan program kerja calon walikota dan wakil kota Surabaya Eri Cahyadi - Armuji (Erji) melawan bumbung kosong.

Baca juga: Ibaratkan Keping Mata Uang, Fathoni: Silaturahmi KPU ke Parpol Ciptakan Demokrasi Makin Berkualitas 

"Jadi tidak ada sesi debat atau tanya jawab karena hanya satu pasangan calon, maka pemaparan programnya akan dipandu oleh moderator. Beda dengan dua paslon atau lebih, yakni pemahaman visi dan misi yang ada sesi tanya jawab antar paslon," katanya kepada wartawan, Minggu (6/10).

Subairi membeberkan, tahapan debat akan digelar 3 kali sesuai agenda yang telah terjadwal dan akan dimulai di Minggu ketiga Oktober 2024.

"Debat dilakukan tiga kali," ucapnya.

Melansir dari sumber lain, berikut adalah beberapa konsep yang diterapkan dalam debat dengan pasangan calon tunggal:

Baca juga: Audensi Bersama PDIP, KPU Surabaya: Urusan Dapil Masih Jauh 

Pertama: Moderator dan Panelis: Moderator dan panelis akan berperan penting dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan mendalam kepada calon tunggal. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya terkait dengan isu-isu strategis, tantangan lokal, dan program pembangunan daerah.

Kedua: Pertanyaan dari Publik: Dalam beberapa format, pertanyaan dari publik dapat disertakan, baik melalui survei sebelumnya maupun secara langsung saat debat berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa isu-isu yang relevan bagi masyarakat terjawab.

Ketiga: Tantangan Kinerja dan Program Kerja: Karena tidak ada lawan yang dapat menjadi pembanding langsung, fokus debat lebih kepada mengeksplorasi visi dan misi pasangan calon tunggal. Mereka akan ditantang untuk memaparkan rencana kerja secara rinci, menjelaskan bagaimana akan menghadapi permasalahan daerah, dan menunjukkan komitmen mereka dalam menjalankan tugas.

Baca juga: Desk Monitoring dan Data Kependudukan Tidak Logis Desakan Pemekaran Dapil Surabaya Mencuat

Keempat: Evaluasi dan Solusi: Panelis dapat menantang calon tunggal dengan memaparkan masalah-masalah riil yang dihadapi daerah dan meminta solusi konkret. Hal ini berguna untuk menggali lebih dalam kesiapan pasangan calon tunggal dalam memimpin.

Kelima: Referendum Kotak Kosong: Jika dalam pilkada terdapat calon tunggal, biasanya terdapat pilihan "kotak kosong" pada surat suara. Oleh karena itu, debat bisa menjadi cara untuk meyakinkan pemilih bahwa memilih pasangan calon tersebut lebih baik dibandingkan memilih kotak kosong.

Dengan demikian, debat pilkada untuk pasangan calon tunggal tetap relevan dan penting sebagai bentuk transparansi serta alat bagi pemilih untuk lebih memahami visi dan rencana kerja calon. 

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru