Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Kecam Keras Kasus KDRT di Sumenep yang Berujung Kematian

Reporter : Ibrahim
Musaffa' Safril

Surabaya, JatimUPdate.id – Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan korban jiwa di Sumenep.

Korban NS, meninggal dunia diduga akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, AR, warga Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Kades Bringinbendo Mencuat dalam Sidang KDRT di PN Sidoarjo

Musaffa Safril mengecam keras tindakan KDRT ini dan menuntut pihak berwenang agar segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus ini.

Ia juga meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara transparan, tanpa ada upaya untuk menutupi fakta-fakta yang sebenarnya. Terutama, alasan yang disampaikan oleh pelaku yang berdalih bahwa konflik berawal dari penolakan korban untuk berhubungan intim, tidak boleh dijadikan alasan pembenaran atas tindakan kekerasan.

"Kasus KDRT yang menelan korban jiwa seperti ini tidak bisa dianggap enteng. Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa ada satu pun fakta yang disembunyikan. Apapun alasan di balik tindakan kekerasan tersebut, ini adalah pelanggaran hukum yang harus diproses dengan seadil-adilnya," tegas Musaffa Safril.

Baca juga: LBH Ansor Jatim Dorong Pemahaman Publik yang Utuh soal Kasus Kuota Haji Gus Yaqut

Selain itu, Musaffa Safril juga menginstruksikan kepada Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep untuk ikut mengawal jalannya kasus ini.

"PC Ansor Sumenep harus terlibat aktif dalam pengawasan proses hukum ini, memastikan agar kasus ini ditangani dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku." tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kasus KDRT ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.

Baca juga: Ansor Jatim Dukung Mentan Sita Beras Ilegal, Petani Harus Dilindungi

"Kita semua harus lebih waspada dan berhati-hati dalam kehidupan rumah tangga. KDRT bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia yang dampaknya bisa sangat fatal, seperti yang terjadi pada kasus ini," pungkasnya.

Kasus KDRT yang berujung pada kematian ini menjadi sorotan penting bagi GP Ansor Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen mereka dalam menjaga keadilan sosial dan mencegah kekerasan dalam bentuk apapun di tengah masyarakat.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru