Surabaya,JatimUPdate.id - Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur turut menyukseskan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati mengatakan, pihaknya meminta orang tua asuh yang menjadi donatur bagi keluarga beresiko stunting tetap melanjutkan dengan mekanisme baru.
Baca juga: Rembuk Stunting 2026 : Desa se Kecamatan Maesan Bondowoso Bergerak
"Program Genting untuk mencegah stunting maka prioritas kita adalah keluarga resiko stunting, " kata Erna, Jum'at (6/12).
Erna berharap melalui program Genting, orang tua asuh bisa memberikan bantuan kepada keluarga beresiko stunting 1000 hari pertama kehidupan mereka.
Baca juga: Rembuk Stunting 16 Desa Di Kecamatan Driyorejo : Momentum Merumuskan program Unggulan
"Bantuan bisa diberikan dalam bentuk Nutrisi maupun non nutrisi, " paparnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya, Atiek Tri Arini mengatakan, prevalensi angka stunting di Kota Surabaya di angka 1.6. Menurutnya, angka itu paling rendah di Indonesia
"Berbagai upaya sudah dilakukan, intervensi spesifik sudah dilakukan salah satunya dengan nutrisi dan non nutrisi seperti sakit, jambanisasi dan lainnya, "jelas Atik. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman