Jakarta, JatimUPdate.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali membuktikan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik dengan meraih skor tertinggi dalam evaluasi dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Dengan skor “96,63”, BPOM dinobatkan sebagai ‘Lembaga Paling Informatif’ untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Kementerian pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024.
Sekretaris Utama BPOM RI, Irjen Pol Jayadi, menerima penghargaan ini mewakili Kepala BPOM, Taruna Ikrar, yang sedang bertugas di Riyadh, Arab Saudi. Dalam pernyataannya, Taruna menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar capaian, melainkan bukti nyata kerja keras bersama.
Baca juga: Selama 2025, Pengawasan Obat dan Makanan Berdampak Ekonomi Rp50,8 T
"Penghargaan ini adalah hasil kolaborasi dan dedikasi seluruh elemen BPOM dalam menjaga komitmen keterbukaan informasi. Ini juga menjadi cerminan dari reformasi birokrasi yang berjalan baik," ujar Taruna Ikrar, Rabu (18/12/2024).
Ketua KIP, Donny Yoesgiantoro, dalam sambutannya saat acara penghargaan di Movenpick Hotel, Jakarta, menjelaskan bahwa evaluasi tahun ini diikuti oleh 363 badan publik. Dari jumlah tersebut, hanya 182 badan publik yang masuk kategori informatif. "Capaian BPOM ini membuktikan pentingnya konsistensi dalam meningkatkan transparansi," katanya.
Keterbukaan informasi publik dinilai sebagai elemen strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan dipercaya masyarakat. BPOM, yang telah mempertahankan predikat ini selama lima tahun berturut-turut, menjadi contoh konkret bagaimana transparansi bisa memperkuat kepercayaan publik.
"Transparansi informasi bukan hanya kewajiban, tetapi juga hak masyarakat yang harus dipenuhi. Ini adalah bentuk kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan," tambah Taruna.
Baca juga: Taruna Ikrar Satukan Universitas Harvard USA dan Tsinghua Tiongkok di HUT BPOM ke-25
Sebagai lembaga yang mengawasi peredaran obat dan makanan, BPOM memainkan peran vital dalam melindungi masyarakat. Informasi yang cepat, akurat, dan relevan menjadi salah satu cara untuk menjamin keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.
Penghargaan dari KIP ini diharapkan menjadi motivasi bagi BPOM untuk terus meningkatkan inovasi dalam pelayanan informasi. BPOM telah memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap informasi.
"Kami akan terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, termasuk mengembangkan platform informasi digital yang lebih interaktif," ujar Irjen Pol Jayadi saat menerima penghargaan.
Baca juga: BPOM Bersama Kemendiktisaintek Kembangkan Riset Obat Nasional
Dengan pencapaian ini, BPOM tak hanya memperkuat reputasi sebagai lembaga yang transparan, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik di masa depan.
Acara penghargaan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus pengingat bagi badan publik lain untuk terus meningkatkan transparansi informasi, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi nasional (*).
Editor : Redaksi