Jalan Amblas Akibat Terkikis Aliran Sungai di Desa Prambon

Reporter : Imam Hambali
Kondisi jalan yang ambrol dan diduga bisa membahayakan pengguna jalan di wilayah desa Prambon, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Sebuah kondisi membahayakan para pengguna jalan terjadi di Desa Prambon, Kecamatan Prambon, akibat amblasnya jalan yang terkikis aliran sungai.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Perkuat Tenaga Kerja Lokal dan Pelatihan Digitalisasi UMKM

Kejadian tersebut semakin parah setelah longsor besar yang terjadi pada Jumat (17/1) dan hampir memakan separuh badan jalan.

Insiden ini berpotensi mengancam keselamatan para pengguna jalan, terutama anak-anak yang hendak bersekolah.

Seorang warga setempat, Alimudin, mengungkapkan bahwa tanah di lokasi tersebut sudah terkikis air sejak tiga bulan lalu.

"Namun, longsor besar yang terjadi Jumat kemarin hampir memakan separuh badan jalan," ujar Alimudin, Sabtu (18/1)

Menanggapi laporan warga, Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung meninjau lokasi tanah amblas.

Baca juga: Sidak TPS, Bupati Sidoarjo Dorong Pembenahan Total Sistem Pengelolaan Sampah

Plt Bupati bersama Dinas PU Bina Marga, BPBD, Forkopimka, Camat, dan Kepala Desa setempat segera melakukan langkah cepat untuk menangani masalah tersebut.

"Kami sangat menghargai tindakan cepat dari Pemerintah. Pemasangan pengaman di sisi sungai ini sangat penting, mengingat jalan ini adalah jalur utama bagi masyarakat, termasuk anak-anak yang bersekolah," kata Alimudin.

Dinas PU Bina Marga dan BPBD memasang pengaman sementara untuk menjaga agar jalan tetap dapat digunakan. Pengaman berupa bambu dan gedek dipasang sebagai langkah awal.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Ajak Warga Perkuat Silaturahmi di Momen Idul Fitri 1447 H

"Jika anggaran belum tersedia, kami akan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat pengerjaan," ujar Plt Bupati Sidoarjo Subandi saat meninjau.

Kata Subandi, Pemerintah berkomitmen untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dalam minggu ini agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi kendaraan besar maupun sepeda motor, serta berbatasan langsung dengan sungai dan sawah.

"Jika jalan sampai terputus, akan berdampak pada akses masyarakat dan lahan pertanian. Kami akan memastikan penanganan berjalan cepat dan efektif," tukasnya. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru