Evaluasi Bawaslu Sidoarjo: Tantangan Pengawasan Kedepan Netralitas ASN dan Suap

Reporter : -
Evaluasi Bawaslu Sidoarjo: Tantangan Pengawasan Kedepan Netralitas ASN dan Suap
Bawaslu Sidoarjo menyelenggarakan rapat Evaluasi badan Adhoc dalam pelaksanaan Pangawasan Pemilihan Serentak 2024 di Hotel Aston, Jumat (24/1).

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha, mengungkapkan pentingnya evaluasi terhadap badan ad hoc dalam pelaksanaan pengawasan Pemilihan Serentak 2024.

Baca Juga: Bawaslu Sidoarjo Buka Pendaftaran Untuk 26 Calon Anggota Panwaslu di 17 Kecamatan

Dalam kesempatan tersebut, Agung menekankan bahwa evaluasi internal merupakan langkah krusial dalam memperbaiki pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Bawaslu.

Agung Nugraha menyatakan, meskipun tantangan dalam pengawasan pemilu tetap ada, terutama pada pemilihan bupati dan wakil bupati, Bawaslu merasa bangga dengan kolaborasi yang telah dibangun dengan berbagai pihak.

"Kami bangga bisa bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga negara, terutam dalam memastikan kelancaran proses pemilihan," ujar Agung dalam sambutannya di rapat Evaluasi badan Adhoc dalam pelaksanaan Pangawasan Pemilihan Serentak 2024 di Hotel Aston, Jumat (24/1).

Lebih lanjut, Agung Nugraha juga menyampaikan bahwa fungsi pengawasan yang dijalankan oleh Bawaslu harus tetap mengedepankan integritas dan netralitas.

"Tugas dan wewenang pengawasan yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan mandat undang-undang," tambahnya.

Baca Juga: Pengumuman Pembentukan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Existing Untuk Pemilihan Tahun 2024

Selain itu, Agung menyoroti isu penting terkait netralitas ASN, TNI, dan Polri di tingkat kecamatan yang harus terus diperhatikan. Dan kolaborasi dengan pihak terkait sangat penting untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

"Suap dan politik uang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama-sama," tegasnya.

Kata Agung, isu suap di Sidoarjo, yang menurutnya masih terasa kental, menjadi perhatian utama dalam proses pengawasan. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bersama sebagai bahan evaluasi kedepan.

Baca Juga: Kabar Duka PPS Desa Lebo Sidoarjo Meninggal Diduga Kecapekan 

"Kita harus menjaga komunikasi yang baik antar pihak terkait, serta mengawasi praktik suap yang mungkin terjadi di lapangan," ungkap Agung.

Agung menambahkan, bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Sidoarjo bukan hanya soal memeriksa pelanggaran administratif, tetapi juga memastikan bahwa seluruh tahapan pemilu berjalan secara adil dan transparan.

"Ke depannya, kita harus bersama-sama menjaga keutuhan dan integritas pemilu, karena ini adalah tanggung jawab kita semua," pungkasnya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat