Bunda PAUD se Kecamatan Gubeng Keluh Kesah ke Ketua Fraksi Gerindra, Ini Aspirasi yang Disampaikan 

Reporter : -
Bunda PAUD se Kecamatan Gubeng Keluh Kesah ke Ketua Fraksi Gerindra, Ini Aspirasi yang Disampaikan 
Ajeng Wira Wati Bunda PAUD se Kecamatan Gubeng, dok F-Gerindra Surabaya for Jatimupdate.id

Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua Fraksi Gerindra Surabaya Ajeng Wira Wati menerima aspirasi 150 Bunda PAUD, mulai dari  TK, KB dan TPA se Kecamatan Gubeng, pada Senin (3/2). 

Ajeng menyebut, mereka mengeluhkan sulitnya beradaptasi setiap terjadi pergantian pengurus RW.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Kami menerima aspirasi bunda PAUD sekecamatan Gubeng. Ada 150 an, yang terdiri dari TK, KB dan TPA se Kecamatan Gubeng, menyampaikan beberapa masalah mengenai kesulitan harus beradaptasi setiap pergantian pengurus RW," kata Ajeng.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu menekankan, tiap ada pemilihan RW sedianya harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga hingga tingkatan RT.

Selain itu, Ajeng mendorong ketua RW terpilih dan jajaran pengurusnya menciptakan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesenjangan.

“Permasalahannya dengan ketua RW berserta pengurus, harusnya disosialisasikan sejak awal pada saat mendaftar ikut pemilihan RW,  harus ada kesepakatan yang jelas dengan panitia pemilihan RW," tegas Ajeng.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Selian itu, mereka juga menyampaikan minimnya anggaran BOP untuk belajar mengajar PAUD, dan susahnya mencari penganti Guru PAUD karena syarat pendidikannya harus sarjana.

Ajeng mengatakan, meskipun dana BOP telah dinaikkan sejak tiga tahun lalu dari Rp 620 Ribu menjadi Rp 680 Ribu per siswa. Namun, mereka berharap anggaran dinaikkan lagi untuk memenuhi sarana belajar. 

"Masalah anggaran yang terbatas ini BOP sudah naik 3 tahun lalu dari 620rb persiswa menjadi 680rb persiswa, harapannya bisa meningkat anggarannya," tuturnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Selian itu, Ajeng mengimbau persyaratan guru PAUD tidak rumit sebab mayoritas lulusan sarjana tidak berminat untuk mengajar PAUD, Sekaligus mendorong jaspel ditingkatkan

"Mohon dikaji kembali jaspelnya sama dengan KSH tetapi tuntutan guru lebih banyak walaupun pendidikan non formal, mengajarkan karakter anak generasi masa depan. Mohon bisa lebih ditingkatkan perhatiannya lagi kepada bunda PAUD se Surabaya." demikian Ajeng Wira Wati. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman