Dugaan Kasus Asusila di Panti Asuhan, Ajeng: Tempatnya Tidak Berizin dan Tertutup 

Reporter : -
Dugaan Kasus Asusila di Panti Asuhan, Ajeng: Tempatnya Tidak Berizin dan Tertutup 
Ajeng Wira Wati, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat atau RDP dengan BPKAD DP3APPKB Dinsos dan Satpol PP terkait dugaan kasus asusila di salah satu panti asuhan di kota Pahlawan, pada Kamis (6/2).

Anggota Komisi D Ajeng Wira Wati menegaskan, kasus tersebut terjadi sejak 2022 namun baru terbongkar karena tempatnya sangat tertutup.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Jadi ternyata kasusnya lama sejak tahun 2022, ini memang rumah infonya sangat tertutup sehingga tidak diketahui oleh masyarakat sekitarnya, baik setelah RT RW bahkan kelurahan dan kecamatan," kata Ajeng.

Ketua Fraksi Gerindra tersebut menjabarkan, panti asuhan itu tidak memiliki izin dari dinas sosial maupun pihak terkait lainnya.

Maka dari itu, Ajeng menekankan pemerintah kota betul-betul selektif menerbitkan perizinan, utamanya panti asuhan.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

"Panti asuhan ini tidak punya izin, kami meminta perhatian kepada pemerintah kota benar-benar bisa selektif memberikan perizinan khususnya perizinan panti asuhan," tuturnya. 

Ajeng mengungkap kasus asusila di panti asuhan tersebut menimpa tiga anak perempuan dan anak laki-laki yang diduga mendapatkan perlakuan kasar

"Asusila ini diduga terjadi pada tiga anak perempuan, yang lainnya ke anak-anak laki-laki itu diduga kasus pemukulan," demikian Ajeng Wira Wati.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Anna Fajriatin Kadinsos Surabaya menegaskan status panti asushan itu pernah menjadi tempat klinik bersalin namun izinnya telah dicabut karena kasus aborsi.

“Jadi lokasi itu bukan Panti Asuhan. Bahkan kami telah memperingatkan kepada ybs (kini tersangka-red) dua kali untuk datang di tahun 2024, tetapi tidak pernah muncul. Jadi itu lebih ke tempat tinggal biasa karena dihuni oleh istri dan anak-anaknya, tidak ada aktifitas layaknya Panti Asuhan,” jelasnya. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman