FPK Jember Turut Buka Bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Kenang Gus Dur 

Reporter : -
FPK Jember Turut Buka Bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Kenang Gus Dur 
Keterangan Gambar: Ny Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bersama Pengurus FPK Jember

Jember, JatimUPdate.id - Kegiatan Buka Puasa Bersama Ny Hj Dr Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, di selenggarakan di Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan, pada Jum'at (14/03/2025).

Keterangan Gambar: Ny Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Sekolah Tiga Bahasa Tunas Harapan Jember Keterangan Gambar: Ny Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Sekolah Tiga Bahasa Tunas Harapan Jember

Hadir pula pada kesempatan itu, jajaran Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Jember. 

Melalui Wakil Sekretaris FPK Kabupaten Jember Sumarno, menilai bahwa buka bersama ini membuka semangat dan menumbuhkan toleransi, terutama di bulan Ramadhan.

"Dengan kebersamaan ini menjadi simbol toleransi dan harmoni, ditengah keberagaman masyarakat Jember," katanya.

Pada kesempatan itu, Ny Hj Shinta Nuriyah membuka kenangan kisahnya bersama KH Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI ke 4, yang humoris.

"Kata Gus Dur, setiap membuka acara, selalu berucap, mari kita panjatkan puji syukur, lho buat apa panjatkan syukur, wong syukur sudah bisa memanjat," ucapnya, disambut riuh tawa para undangan.

Gus Dur, kata Ny Shinta merupakan sosok yang gigih memperjuangkan demokrasi dan plularian, keberagaman.

"Keberadaan sekolah Tiga Bahasa ini, juga merupakan jejak Perjuangan Gus Dur," ujarnya.

Melalui press rilis, Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa Kegiatan itu merupakan agenda Sahur keliling, yang diselenggarakan Yayasan Puan Amal, yang bertujuan untuk memperkokoh toleransi dan Persaudaraan, antara kelompok masyarakat, dari berbagai etnis dan golongan di Jember

"Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Tanoker Ledokombo, Peace Leader Indonesia, dan Gus Durian Jember," katanya. 

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah, dinas terkait, lintas agama, etnis, perempuan, kaum difabel, serta warga sekitar bertujuan untuk memperkokoh persaudaraan dan kesatuan bangsa. 

"Dengan semangat kebersamaan, acara ini menjadi wujud nyata dari upaya merawat keberagaman di Indonesia," katanya.

Acara dimulai dengan penyambutan Ibu Negara oleh barongsai dan dilanjutkan dengan pertunjukan musik Chinese drum, kolintang, angklung dan kelompok vokal membawakan lagu Ramadan Tiba.

Selanjutnya, Ny Hj Shinta Nuriyah memberikan tausiyah dan ceramah kebangsaan dengan tema “Pangkat dan Jabatan Belum Tentu Membuatmu Bahagia, Namun Iman dan Taqwa Akan Mengantarmu Menuju Surga.” 

Melalui pesan ini, beliau mengingatkan pentingnya memiliki iman yang kuat sebagai kunci kebahagiaan sejati bagi setiap individu.

Momen berbuka puasa menjadi lebih istimewa dengan konsumsi yang diperoleh melalui gotong royong. 

"Kegiatan ini melibatkan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta partisipasi kaum perempuan dan kelompok masyarakat," katanya.

Ketua panitia penyelenggara, Sarinah, menyatakan bahwa kehadiran Bu Shinta merupakan kehormatan besar bagi warga Jember. 

“Beliau tidak hanya menyapa warga, tetapi juga memberikan wawasan yang memperteguh iman di bulan suci ini,” ujarnya.

Penyelenggaraan acara di Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan juga memiliki makna mendalam terkait perjuangan Gus Dur dalam membela kaum minoritas. 

Sekolah ini menjadi bukti nyata dari kebijakan Gus Dur yang mencabut aturan pembatasan budaya Tionghoa, sehingga bahasa dan budaya Tionghoa kini dapat dipelajari secara bebas. 

Direktur Tanoker, Ciciek Farha, menambahkan bahwa keterlibatan komunitas Tionghoa serta kelompok minoritas dan rentan dalam acara ini mencerminkan perhatian besar Bu Shinta terhadap keberagaman. 

“Kami berharap dengan adanya ruang perjumpaan seperti ini, persaudaraan dan pengertian antar masyarakat semakin erat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, acara ini ditutup dengan pembagian paket sembako bagi warga dari berbagai profesi.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi simbol solidaritas dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Jember.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Rukun Harapan Tiga Bahasa Susanti Tanoyo, mengatakan bahwa berdirinya Sekolah ini punya takdir yang kuat, hubungan antara pendiri Yayasan Anwar Sausan dengan Gus Dur.

Yayasan Rukun Harapan berdiri tahun 2007, hingga kini masih terus bertahan.

"Ini merupakan bukti, bahwa kami mendapatkan dukungan dari Pemerintah setempat dan segenap elemen masyarakat," ujarnya. (MR) 

Editor : Redaksi