Investor Asal China Berminat Kelola Sampah di Jember, Menjadi Sumber Energi Terbarukan
Jember, JatimUPdate.id : Investor asal China mengaku tertarik mengolah sampah di Kabupaten Jember, untuk di daur ulang menjadi paving, hingga pembangkit tenaga listrik terbarukan.
Baca Juga: Memutus Rantai Kemiskinan, Bupati Jember Geber Program Beasiswa
Ketertarikannya itu disampaikan kepada awak media, usai mengunjungi Bupati Jember Muhammad Fawait, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Kamis (20/03/2024).
Melalui penterjemahnya, Pengusaha asal China itu memperkenalkan diri, mewakili Shenghui Cleanness Group dan
Shenghui Cleanness Group Holdings Limited, masing masing bernama Mr Li, sebagai Kepala Perusahaan, Mr Xue sebagai Kepala Cabang Jakarta, dan Mr Wei sebagai Engineering.
Kehadirannya ke Jember, disampingi Sandi Suwardi Hasan, perwakilan dari Indonesia Green Ecology.
Mr Li menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkannya merupakan upaya untuk menanggulangi menumpuknya sampah, yang dapat mengganggu lingkungan.
"Konsepnya adalah menyelamatkan lingkungan dari dampak bau busuk, dan dampak negatif lainnya," ujar Mr Li.
Pengusaha asal China ini tertarik untuk berinvestasi di Jember, karena menilai bahwa Kabupaten Jember, merupakan daerah yang ramah dan potensi sumber dayanya cukup besar.
"Jember bagus," katanya dengan bahasa Cina, sambil mengacungkan jempolnya.
Sementara, Sandi Suwardi Hasan menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan observasi selama tiga bulan di Kabupaten Jember.
"Hasil observasi itu, kami tidak lanjuti dengan kajian, yang akan kami jadikan sebagai acuan dalam mengembangkan pengelolaan sampah ini," katanya.
Berdasarkan hasil observasi sementara, sampah yang menumpuk di TPS Pakusari mencapai 500.000 ton.
"Tumpukan sampah itu yang akan kami daur ulang, dikelola menjadi barang yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Tempat pengolahan sampah, bisa langsung memanfaatkan tempat yang sudah ada, tanpa membutuhkan tempat baru.
"Ya ditempat pengolahan sampah yang sudah ada itu," katanya.
Mengenai model kerjasama dengan Pemkab Jember, kata Sandi pembahasannya belum sampai pada tahapan kerjasama.
Baca Juga: Pemkab Jember Lindungi 82 Ribu Pekerja Rentan, Salurkan Bantuan Pertanian Rp73,5 Miliar
"Tadi kami hanya paparan saja dihadapan Bupati, masih belum membahas kerjasamanya," katanya.
Mantan pejabat Pemkab Jember itu mengakui belum ada contoh kerjasama di Indonesia.
"Tetapi perusahaan ini sudah mengembangkan di negara lain, seperti Negara Singapura," ujarnya.
Setelah mendengar paparannya, kata Sandi, Bupati Jember Muhammad Fawait cukup merespon baik.
Hanya saja media ini belum berhasil mengkonfirmasi tanggapan Bupati Jember, atas kehadiran pengusaha asal Tiongkok itu. (mmt/rid/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat