Antisipasi Lonjakan Kendaraan Dengan Buffer Zone
Gubernur Jatim Dan Kapolda Jatim Pantau Arus Mudik Di Pelabuhan Ketapang
Banyuwangi, JatimUPdate.id : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Pangdam V/Brawijaya, meninjau Pos Terpadu ASDP Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat (28/3/2025).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana transportasi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M, termasuk pengecekan infrastruktur jalan, kesiapan armada transportasi, serta penerapan langkah-langkah keamanan untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Pemantauan Jalur Darat dan Udara
Selain memeriksa jalur darat, rombongan juga melakukan pemantauan udara untuk melihat kondisi lalu lintas secara keseluruhan.
Dari udara, mereka dapat mengidentifikasi titik-titik kemacetan, kepadatan kendaraan di jalur utama, serta lokasi yang memerlukan intervensi lebih lanjut.
Setelah pemantauan, petugas dapat segera mengerahkan personel untuk mengatur lalu lintas, membuka jalur alternatif, atau menyesuaikan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar dan aman.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2025, yang bertujuan menjaga keamanan serta kelancaran arus mudik.
“Kami ingin memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik, baik yang menggunakan jalur darat, laut, maupun udara,” kata Kapolda.
Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Pemudik
Kapolda menambahkan bahwa berbagai pos pengamanan dan pelayanan telah disiapkan di titik-titik strategis, seperti jalur utama menuju pelabuhan, rest area di jalan tol, serta perbatasan antarkabupaten, guna membantu pemudik dalam perjalanan mereka.
Beberapa lokasi utama yang telah diperkuat dengan pos pengamanan termasuk Jalur Pantura, ruas tol Trans-Jawa, serta simpul-simpul transportasi seperti terminal bus dan stasiun kereta api.
Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
“Kami mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Jika merasa lelah, silakan beristirahat di pos yang tersedia,” ujarnya.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Gunakan Buffer Zone
Di Pelabuhan Ketapang, Kapolda Nanang menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan Buffer Zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama menjelang perayaan Nyepi di Bali.
Buffer Zone ini berfungsi sebagai area penampungan sementara bagi kendaraan yang menunggu giliran menyeberang, sehingga tidak terjadi penumpukan di jalur utama pelabuhan.
Area ini mampu menampung hingga 500 kendaraan, dengan sistem antrian yang dikendalikan oleh petugas guna memastikan pergerakan kendaraan tetap tertib dan lancar.
Kapasitas Buffer Zone telah disesuaikan dengan perkiraan volume kendaraan, dan petugas akan mengarahkan kendaraan masuk secara bertahap untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa penyeberangan akan dihentikan sementara saat Nyepi. Kami harap dengan koordinasi yang baik, arus lalu lintas tetap lancar,” jelasnya.
Pemantauan di Seluruh Jawa Timur
Pemantauan arus mudik juga dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk hingga perbatasan barat di Ngawi.
Di wilayah perbatasan, tantangan utama yang dihadapi meliputi kepadatan arus kendaraan dari daerah tetangga, potensi kemacetan di simpul transportasi, serta perlunya koordinasi dengan aparat setempat untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
“Kami memastikan seluruh personel siap bertugas agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” tutup Kapolda. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat