Anggaran DBHCHT 2025 Digelontorkan, Dinkes Kabupaten Blitar Genjot Layanan Kesehatan
Blitar, JatimUPdate.id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan mulai menggenjot peningkatan layanan kesehatan masyarakat setelah menerima alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025.
Total dana yang dikucurkan mencapai Rp15,2 miliar. Dana tersebut akan difokuskan pada program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Blitar Optimalkan DBHCHT 2025 untuk Perluas Cakupan Jaminan Kesehatan
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Muhdianto, menyebutkan bahwa sebagian besar anggaran, yakni Rp12,6 miliar, dialokasikan untuk Program Bantuan Iuran Daerah (PBID). Program ini ditujukan untuk membantu pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
“PBID merupakan program prioritas kami karena sangat berdampak bagi akses layanan kesehatan masyarakat. Melalui bantuan ini, warga yang kurang mampu tetap bisa mendapatkan jaminan kesehatan,” jelas Muhdianto, Sabtu (26/04).
Baca Juga: DBHCHT Tingkatkan Layanan Kesehatan, Sejumlah Pustu dan Puskemas di Kabupaten Blitar Direhab
Selain PBID, Dinas Kesehatan juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,68 miliar untuk merehabilitasi dan meningkatkan kualitas sarana layanan kesehatan, seperti Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Sementara itu, Rp864 juta lainnya digunakan untuk pengadaan obat-obatan agar ketersediaan stok tetap terjaga.
“Dengan penambahan anggaran ini, kami optimis pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, tepat, dan merata,” tambahnya.
Baca Juga: DBHCHT 2025, Disnaker Kabupaten Blitar Gencarkan Pelatihan Tenaga Kerja Terampil
DBHCHT di Kabupaten Blitar sendiri dibagi ke dalam tiga sektor utama: 40 persen untuk sektor kesehatan, 50 persen untuk pemberdayaan masyarakat, dan 10 persen untuk penegakan hukum, termasuk penanggulangan peredaran rokok ilegal.
Melalui dukungan dana DBHCHT 2025, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap program-program strategis kesehatan dapat berjalan optimal demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (*/Adv)
Editor : Redaksi