Gubernur Khofifah Hadiri Halal Bihalal KKSS Jatim, Soroti Peran Orang Tua dan Pendidikan Agama
Surabaya, JatimUPdate.id – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jawa Timur menggelar Halal Bihalal, bertajuk “KKSS Merawat Tradisi, Mempererat Silaturrahmi”, di Hotel DoubleTree Surabaya, Senin (28/4).
Ketua BPW KKSS Jatim, Muslim Hamzah, menegaskan pentingnya momen halal bihalal sebagai wadah mempererat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai budaya di tanah rantau.
“Halal bihalal adalah momen untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, memperkuat hubungan antar sesama, serta menguatkan identitas budaya dan tradisi leluhur di tanah rantau,” kata Muslim Hamzah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyoroti pentingnya nilai-nilai halal bihalal yang selaras dengan ajaran Islam, khususnya dalam Surat Ali Imran ayat 133–136. Ia juga menegaskan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak.
“Halal bihalal mencerminkan karakter orang bertakwa mereka yang mampu menahan amarah, memaafkan kesalahan orang lain, dan senantiasa memohon ampunan kepada Allah. Pemahaman ini sangat penting dalam memperkuat etika sosial dan spiritual masyarakat,” jelas Gubernur Khofifah.
Baca Juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
“Pendidikan agama adalah fondasi dalam membentuk karakter dan akhlak mulia. Orang tua harus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak sejak dini,” tambahnya.
Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, turut menyampaikan sambutan secara daring. Ia memaparkan rencana pendirian SMA Unggulan KKSS sebagai bagian dari visi besar organisasi ke depan.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
“Sekolah ini akan menjadi model pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pembentukan karakter, serta penguasaan bahasa global. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi penerus Sulawesi Selatan,” tegas Andi Amran.
“Visi kami jelas: mencetak generasi dengan otaknya Jerman, hatinya Mekah,” pungkasnya.
Editor : Yuris. T. Hidayat