Ajeng Wira Dorong Sosialisasi SPMB 2025 Lebih Masif, Minta Sekolah Swasta juga Terlibat
Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyoroti sistem baru Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.
Menurutnya, perubahan sistem tahun ini perlu dikawal ketat oleh pemerintah kota agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan wali murid.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
“Ini sistem baru SPMB 2025. Ada beberapa poin penting yang harus jadi perhatian. Jalur afirmasi tahun ini bertambah, dan sistem zonasi juga mengalami perubahan,” kata Ajeng, Rabu (1/5).
Ajeng menjelaskan, sistem zonasi kini dibagi menjadi dua kategori, yakni domisili 1 dan domisili 2. Untuk domisili 1, masih menggunakan basis jarak dari RT tempat tinggal siswa.
Sedangkan domisili 2 menggunakan skema pembagian berdasarkan kelurahan dan kecamatan.
"Pembagian ini saya nilai cukup adil, tapi perlu dipahami benar oleh masyarakat. Jangan sampai wali murid bingung karena kurang informasi,” ujarnya.
Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut mendorong Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan agar memperkuat upaya sosialisasi.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Salah satunya sebut dia dengan membuka posko informasi di tiap sekolah.
“Kalau SD sudah biasa buka posko di masing-masing sekolah. Nah, SMP juga sebaiknya melakukan hal yang sama. Bahkan posko ini bisa diperluas hingga melibatkan sekolah swasta di sekitar wilayah tersebut,” tegasnya.
Ajeng menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta dalam proses penerimaan siswa baru.
Menurutnya, masyarakat harus diberikan informasi menyeluruh, termasuk pilihan sekolah swasta yang tersedia di wilayah kelurahan dan kecamatan.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
“Jangan hanya diarahkan ke sekolah negeri. Swasta juga harus dilibatkan. Info seperti program beasiswa atau jalur afirmasi di sekolah swasta itu penting disampaikan, supaya wali murid punya banyak pilihan,” katanya.
Maka dari itu, ia berharap dengan pendekatan seperti ini, proses SPMB 2025 bisa berjalan lebih lancar dan tidak memunculkan polemik seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kuncinya di koordinasi dan sosialisasi. Semakin terbuka informasinya, semakin tenang orang tua murid,” demikian Ajeng Wira Wati. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman