Digadang-gadang Akan Gulung PDIP 2029, Gerindra Surabaya Belum Berani Pasang Target

Reporter : -
Digadang-gadang Akan Gulung PDIP 2029, Gerindra Surabaya Belum Berani Pasang Target
Foto tangkapan layar YouTube

Surabaya, JatimUPdate.id - Sekretaris DPC Gerindra Surabaya Bahtiyar Rifai belum berani mematok target kemenangan pada Pemilu dan Pilwali Surabaya 2029. 

Padahal peluang Gerindra menggulung PDIP sangat besar usai partai tersebut dilanda ganasnya konflik internal, yang berujung pencopotan Adi Sutarwijono sebagai ketua umum 

Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

"Tergantung dapilnya berapa nanti, kita belum memetakan juga target walikota nanti kan tergantung perolahan kursi kita berapa, partai lainnya berapa, kan gitu," tutur Bahtiyar kepada Jatimupdate.id, Kamis (15/4).

Bahtiyar menjabarkan untuk Pemilu 2029, Gerindra juga akan melihat potensi pemekaran dapil sambil menunggu pengesahan undang-undang pemilu yang baru.

Kendati begitu, ia meyakini, Pemilu 2029 akan ada penambahan dapil karena penduduk kota pahlawan hampir mencapai 3 juta.

Baca Juga: Bantah Bukan Karena Lalai, Bahtiyar Atribut Gerindra di Surabaya Dicopot Hari Ini

"Artinya potensi 55 kursi. Sehingga nanti undang-undang pemilu seperti apa kan gitu. Mengacu undang-undang tahun 2017, itu kan alokasi kursi setiap dapil minimal 3, maksimal 12. Kalau ada perubahan di 2029 dapil ditambah juga bisa." jelasnya.

Disingung terkait peluang Gerindra yang berpotensi akan menggulung PDIP pada Pemilu 2029, Bahtiyar kembali enggan berkomentar.

Baca Juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan

Namun, ia menegaskan sejak pertama deklarasi partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu tidak berubah berubah: Gerindra menang, Prabowo Presiden.

"Dari dulu kan partai ini kan semboyannya tidak berubah, Gerindra menang, Prabowo Presiden, tinggal Gerndra sebagai pemenang kan belum (di Surabaya), gitu aja. Itu berlaku untuk seluruh tingkatan loh ya, bukan hanya Surabaya, nasional juga. Kalau konflik (PDIP) tidak ada hubungannya," demikian Bahtiyar Rifai. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat