Ditanya Ganasnya Konflik Internal PDIP Surabaya, Cak Ji Kesal: Aku Bukan Pengurus 

Reporter : -
Ditanya Ganasnya Konflik Internal PDIP Surabaya, Cak Ji Kesal: Aku Bukan Pengurus 
Wali Kota Surabaya Armuji, dok Jatim update.id/Aam

Surabaya,JatimUPdate.id - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menolak untuk buka-bukan terkait ganasnya konflik internal PDIP Surabaya yang kian jadi bola liar. 

Bahkan Cak Ji begitu panggilan akrabnya, menunjukkan gestur tidak senang ketika ditanya tentang hal itu. 

Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

"Kon iku ono laopo (kamu ini ada (aja), aku duduk (bukan) pengurus," ketus Cak Ji usai rapat paripurna di DPRD Surabaya, Selasa (27/5).

Terkait hal itu, Dosen Ilmu Politik Universitas Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni menganggap, ganasnya konflik internal PDIP Surabaya tidak lepas kepentingan faksi di dalam tubuh partai.

Kendati begitu, Bimo menyebut ganasnya konflik internal PDIP merupakan dinamika yang wajar. 

Baca Juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan

"Dnamika internal itu kan pasti muncul karena adanya kepentingan dari beberapa kelompok kelompok di internal PDIP yang pasti berbeda kepentingan," katanya.

Ia memaparkan, setiap faksi di internal PDIP Surabaya diindikasikan punya orientasi atau kepentingan. Namun, Bimo menekankan ganasnya konflik ini harus diselesaikan secara diplomatis.

Baca Juga: Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat, PDIP Surabaya Gelar Konsolidasi Dapil 4

Selain itu, ia mendorong elit PDIP Surabaya menjangkau tingkat bawah agar ganasnya konflik internal tidak semakin menjadi bola liar.

"Karena belum tentu masing-masing kepala dalam partai (PDIP) Surabaya itu semua sama. Semuanya punya orientasi. Itu yang harus dicatat. Bagaimana menyelesaikan konflik internal ini supaya soft gitu. Nah keterlibatan kelompok-kelompok elit itu harus bisa menjangkau bagian dari tingkatan bawah supaya tidak ramai." demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy).

Editor : Yuris. T. Hidayat